{"info":{"_postman_id":"e1d99175-a8dd-4e30-9a45-f09fd6f5afed","name":"API-ARTIKEL","schema":"https://schema.getpostman.com/json/collection/v2.0.0/collection.json","toc":[],"description":"<html><head></head><body></body></html>","owner":"14512676","collectionId":"e1d99175-a8dd-4e30-9a45-f09fd6f5afed","publishedId":"2s9YkraKg1","public":true,"customColor":{"top-bar":"FFFFFF","right-sidebar":"303030","highlight":"FF6C37"},"publishDate":"2023-12-22T06:45:47.000Z"},"item":[{"name":"POST Artikel","id":"2c90b2c6-b210-4d33-abf7-181fbc34fe69","protocolProfileBehavior":{"disableBodyPruning":true},"request":{"method":"GET","header":[],"body":{"mode":"raw","raw":"","options":{"raw":{"language":"json"}}},"url":"https://beruang-api-artikel-kn57gj6moa-et.a.run.app/recommend","urlObject":{"protocol":"https","path":["recommend"],"host":["beruang-api-artikel-kn57gj6moa-et","a","run","app"],"query":[],"variable":[]}},"response":[{"id":"017f3035-7687-40fb-8ec3-5c7c8a707d82","name":"POST Artikel","originalRequest":{"method":"GET","header":[],"body":{"mode":"raw","raw":"","options":{"raw":{"language":"json"}}},"url":"https://beruang-api-artikel-kn57gj6moa-et.a.run.app/recommend"},"status":"OK","code":200,"_postman_previewlanguage":"json","header":[{"key":"content-type","value":"application/json"},{"key":"X-Cloud-Trace-Context","value":"ca7d9472a046318395e217be1a7a59b1;o=1"},{"key":"Date","value":"Fri, 22 Dec 2023 06:48:40 GMT"},{"key":"Server","value":"Google Frontend"},{"key":"Content-Length","value":"106703"},{"key":"Alt-Svc","value":"h3=\":443\"; ma=2592000,h3-29=\":443\"; ma=2592000"}],"cookie":[],"responseTime":null,"body":"[\n    {\n        \"Author\": \"Pernita Hestin Untari - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"Asuransi\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTAâ€” Asuransi merupakan cara untuk mengelola risiko. Ketika seseorang membeli asuransi maka mereka membeli perlindungan terhadap kerugian finansial yang tidak terduga.Tidak hanya itu, asuransi juga dapat membantu nasabah membayar hal-hal rutin, seperti pemeriksaan medis dan kunjungan ke dokter gigi. Perusahaan asuransi menegosiasikan diskon dengan penyedia layanan kesehatan, sehingga nasabah membayar tarif diskon tersebut.Di sisi lain, polis asuransi merupakanÂ  kontrak tertulis antara pemegang polis (orang atau perusahaan yang mendapatkan polis) dan penanggung (perusahaan asuransi).Pemegang polis belum tentu tertanggung.Â  Seorang individu atau perusahaan dapat memperoleh polis asuransi (menjadikan mereka pemegang polis) yang melindungi orang atau entitas lain yang diasuransikan.Misalnya, ketika sebuah perusahaan membeli asuransi jiwa untuk seorang karyawan, karyawan tersebut adalah tertanggung, dan perusahaan adalah pemegang polis.Contohnya ketika seseorang mengalami kecelakaan mobil. Apabila memiliki polis asuransi mobil yang tepat, perusahaan asuransi akan membayar biaya perbaikan mobil dikurangi dengan deductible atau bagian yang harus pemegang polis bayar.Baca JugaBagaimana cara kerja polis asuransi?Polis asuransi sering berlaku untuk jangka waktu tertentu.Â  Hal teeeebut dapat disebut sebagai istilah kebijakan.Â  Di akhir jangka waktu tersebut, pemegang polis perlu memperbarui polis atau membeli yang baru.Dengan beberapa jenis asuransi, seseorang dapat memilih penerima manfaat, orang yang ingin Anda terima manfaat atau pembayaran polisnya.Saat seseorang membeli polis asuransi, bagian dari tanggung jawab Anda termasuk membayar biaya yang disebut premi.Beberapa premi dibayar bulanan, seperti asuransi kesehatan.Â  Lainnya mungkin dibayar sekali atau dua kali setahun, seperti asuransi mobil atau pemilik rumah.Â  Biaya premi Anda umumnya tergantung pada seberapa besar risiko Anda terhadap perusahaan asuransi.Asuransi kesehatan mungkin menjadi salah satu produk asuransi paling populer. Produk ini memberikan jaminan kepada tertanggung terkait biaya pelayanan kesehatan seperti biaya rawat inap, biaya operasi, hingga biaya obat-obatan.Asuransi tersebut bukan Indemnity yang artinya tidak dapat mengembalikan posisi keuangan sesaat sebelum terjadinya kerugian. Perusahaan mengganti sesuai kemampuan, siapa yang mampu membayar lebih besar akan mendapat manfaat lebih besar begitu juga sebaliknya.Asuransi perjalanan merupakan produk asuransi yang memberikan perlindungan kepada tertanggung saat melakukan perjalanan baik dalam maupun luar negeri. Seperti halnya ketika tertanggung sakit ketika dalam perjalanan berlibur ataupun ketika perjalanan harus dibatalkan karna n karena satu dan lain hal di tempat tujuan.Produk asuransi ini mungkin masih asing, tetapi di beberapa negara telah mewajibkan travellwr untuk memilikinya. Misalnya saha negara-negara di Eropa dan Amerika.Selain biaya media, asuransi perjalanan juga memberikan perlindungan akan keterlambatan/ kehilangan bagasi, penundaan jadwal perjalanan hingga pembatalan penerbangan. Selain itu juga,Â  perlindungan terhadap rumah apabila bepergian meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang cukup lama.Asuransi kendaraan bermotor untuk memberikan perlindungan dari berbagai kejadian tidak terduga. Beberapa di antaranya tabrakan, pencurian, kebakaran, hingga bencana alam.Asuransi ini juga menjamin risiko kendaraan bermotor pada saat berada di atas kapal untuk penyeberangan yang berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.Asuransi jiwa merupakan produk yang memberikan perlindungan terhadap tertanggung dengan kondisi kerugian finansial tidak terduga karena meninggal terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama.Asuransi tersebut dapat memberikan proteksi kepada keluarga yang ditinggalkan apabila, pemegang polis asuransi mengalami kematian atau mengidap penyakit kritis yang dapat terjadi sewaktu-waktu.Asuransi rumah merupakan produk asuransi yang memberikan perlindungan terhadap timbulnya kerugian akibat beberapa kerugian seperti kebakaran, tindak pencurian, hingga kerusakan akibat bencana alam.Â  Jenis asuransi ini diperlukan untuk melindungi rumah dari segala risiko kerugian yang dapat terjadi kapan saja.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"26 Januari 2023 01:16 WIB\",\n        \"Headline\": \"Apa Itu Asuransi dan Jenis-jenisnya\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/01/26/1621672/asuransi_terbaik_di_indonesia_freepik_1666778240.jpg\",\n        \"Indeks\": 283,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20230126/215/1621672/apa-itu-asuransi-dan-jenis-jenisnya\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Asuransi\",\n        \"Content\": \"Imbas pandemi COVID-19 turut menyentuh kelangsungan bisnis perusahaan asuransi jiwa nasional. Setelah kondisi berangsur membaik, kini perusahaan asuransi memulai masa pemulihan.Salah satu tantangan terbesar bagi perusahaan asuransi adalah ketika pasar modal, yang menjadi ekosistem utama penempatan investasi dana kelolaan mereka mengalami volatilitas tinggi. Semakin besar dana kelolaan, semakin pelik juga menghadapi tekanan pasar maupun penempatan dana.PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merasakan dampak pandemi terhadap aktivitas bisnisnya. Sepanjang tahun 2020, total pendapatan premi asuransi jiwa terkontraksi 7,23% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 185,33 triliun di akhir 2019 menjadi Rp 171,93 triliun.\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Namun di tahun 2021, pemulihan mulai terlihat. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total aset asuransi jiwa tumbuh 14,8% (yoy) menjadi Rp 585,21 triliun pada semester I-2021. Total investasi pun mencapai Rp 517,03 triliun, atau tumbuh sebesar 16,1%Perbaikan kondisi tersebut menjadi angin segar bagi Prudential Indonesia yang merupakan perusahaan asuransi dengan aset terbesar. Per Juni 2021, total asset perseroan mencapai Rp71 triliun, menjadi salah satu yang terbesar di industri dan dipercaya mengelola total aset investasi sebesar Rp 65,2 triliun yang dikelola dengan praktik investasi yang bertanggung jawab. Efek pandemi kian pudar sebagaimana terlihat dari total pendapatan premi Prudential Indonesia sebesar Rp 11,4 triliun, yang sebagian besar berasal dari premi reguler dan juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dari produk dengan premi yang terjangkau.Pendapatan premi reguler Prudential Indonesia adalah yang terbesar di industri asuransi jiwa Indonesia (berdasarkan data kuartal kedua AAJI 2021). Prudential Indonesia juga mencatatkan perolehan laba setelah pajak sebesar Rp 1,9 triliun.Sepanjang Kuartal I 2021, Prudential Indonesia menunjukkan tanggung jawab terhadap nasabah melalui pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp 8,1 triliun. Angka pembayaran manfaat klaim tersebut setara dengan 10,85% dari total pembayaran klaim industri asuransi jiwa pada periode tersebut.Prudential Indonesia Aktif Dorong Literasi AsuransiBeriringan dengan upaya pemulihan bisnis, Jiwasraya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aktif mengedukasi publik mengenai manfaat dan pentingnya terlindungi asuransi jiwa. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat hidup sehat dan sejahtera bersama asuransi jiwa.Sementara itu, berdasarkan penilaian terhadap keunggulan perseroan dari sisi kekuatan aset, strategi branding, dan kekuatan dari sisi profitabilitas, Prudential Indonesia terpilih menjadi pemenang CNBC Indonesia Awards untuk kategori The Best Life Insurance 2021, mengalahkan nominee di industri asuransi jiwa lain. Prudential meraih skor 89 (dari 100).Untuk mencapai penilaian tersebut, Tim Riset CNBC Indonesia melakukan rekapitulasi kinerja keuangan (per Juni 2021) perusahaan asuransi jiwa yang memenuhi persyaratan yakni menjunjung prinsip transparansi, tidak sedang menghadapi kasus litigasi serius, dan tak terlibat fraud.Tim penilaian juga melakukan kajian riset dan analisis terhadap kinerja perusahaan asuransi untuk menemukan skor terbaik. Strategi perseroan dalam menjaga branding juga masuk dalam penilaian, melalui media monitoring dan analisis konten terhadap 10 media utama ekonomi bisnis yang intens mengangkat seputar industri perasuransian. Proses kajian dan analisis berlangsung pada September-Oktober 2021.Hasilnya, Prudential Indonesia meraih skor terbaik dari sisi resiliensi (daya tahan) yang terlihat dari kekuatan modal dengan posisi risk based capital (RBC) yang kuat sebesar 428% (per Juni 2021), keunggulan aset di industri, konsistensi menjaga nilai bagi pemegang polis dengan pembayaran manfaat klaim sesuai ketentuan, dan nilai tambah pemegang saham yang terlihat dari keunggulan profitabilitas.Prudential Indonesia dianggap layak untuk menjadi role model dalam manajemen perusahaan asuransi di tengah era pemulihan pandemi dengan konsisten melayani nasabah, menjaga nilai bagi pemegang saham, menjalankan bisnis sesuai peraturan, dan komitmen membangun literasi asuransi.\",\n        \"Date\": \" 27 Okt 2021 14:30 \",\n        \"Headline\": \"Prudential Bangkit dari Pandemi & Upaya Meliterasi Masyarakat\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2016/11/16/25f9acbc-5b97-4495-be7e-bade338bdbaa_169.jpg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1425,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-5784910/prudential-bangkit-dari-pandemi-upaya-meliterasi-masyarakat\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Ekonomi\",\n        \"Content\": \"Sejumlah langkah telah disiapkan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru untuk mengatasi permasalahan di industri asuransi. Salah satunya agar persoalan pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) cs tidak terulang.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, Ogi Prastomiyono mengatakan, pihaknya berupaya melakukan penyelamatan keuangan pada masing-masing perusahaan. Di OJK sendiri, kata dia, tim pengawasan pada asuransi yang bermasalah akan diperkuat.\\\"Dan itu di OJK sendiri kami akan memperkuat tim pengawasan khusus terhadap asuransi-asuransi bermasalah. Kita akan perkuat di tim OJK untuk bisa menangani itu lebih cepat lagi,\\\" katanya dalam konferensi pers, Rabu (20/7/2022).\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Pihaknya juga akan mengatur perusahaan asuransi agar lebih sehat. Dia bilang, pihaknya akan mengatur investasi perusahaan asuransi tersebut.\\\"Terkait dengan pengaturan perasuransian yang lebih sehat ke depannya, tentunya nanti kita akan mengatur bagaimana investasi terhadap perusahaan-perusahaan asuransi tersebut,\\\" katanya.\\\"Karena masalah yang dihadapi itu adalah karena investasi yang dilakukan perusahaan asuransi tidak menghasilkan yang baik atau bahkan itu nilainya jauh dari apa yang telah ditetapkan,\\\" tambahnya.Pihaknya juga akan mendorong penguatan manajemen risiko, termasuk di dalamnya standar akuntansi keuangan.\\\"Jadi di perusahaan asuransi kita akan mempercepat penerapan daripada PSAK 74 di mana ini menyangkut kontrak asuransi yang selama ini salah satunya pengakuan terhadap premi diterima sebagai revenue di tahun premi itu diterima,\\\" jelasnya.\",\n        \"Date\": \" 20 Jul 2022 21:15 \",\n        \"Headline\": \"Tegas! Ini Langkah Bos Baru OJK Biar Kasus Jiwasraya cs Tak Terulang\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2022/07/20/momen-mahendra-siregar-cs-dilantik-jadi-bos-ojk_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1522,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-6189940/tegas-ini-langkah-bos-baru-ojk-biar-kasus-jiwasraya-cs-tak-terulang\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Shafira Cendra Arini - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Asuransi\",\n        \"Content\": \"Industri asuransi diramal masih akan menghadapi banyak tantangan, baik global maupun domestik di tahun depan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar industri asuransi bisa mengoptimalkan inovasi teknologi dan memperkuat modal.\\\"Penguatan permodalan juga dibutuhkan untuk mendukung transformasi proses bisnis pada pelaku asuransi dengan mengoptimalkan inovasi di bidang teknologi, sehingga mampu meningkatkan jangkauan perusahaan asuransi dalam menyediakan produk layanan asuransi yang berkualitas,\\\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian OJK Ogi Prastomiyono dalam Indonesia Re International Conference (IIC) 2023, Jumat (27/7) kemarin.Ogi memaparkan, arah kebijakan OJK juga untuk mendorong pengembangan sektor asuransi akan difokuskan pada empat aspek, yakni permodalan, tata kelola (governance) dan manajemen risiko, ekosistem, serta standar internasional.\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Dari sisi industri, Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Elin Waty, mengatakan pihaknya telah memasang sejumlah strategi hadapi ketidakpastian ke depan. Pada kuartal II 2023, Sun Life juga telah meluncurkan beragam produk perlindungan komprehensif, termasuk Produk Asuransi Yang Dikaitkan Investasi (PAYDI) atau unit link sebagai salah satu inovasi produk perlindungan.\\\"Seluruh produk unit link Sun Life, baik yang terbaru maupun yang sudah diluncurkan sebelumnya, telah disesuaikan dengan regulasi PAYDI terkini yang dikeluarkan oleh OJK,\\\" jelasnya.Dia menjelaskan, melalui inovasi produk dan penguatan kerja sama dengan pihak perbankan, Sun Life Indonesia optimistis dapat mendorong kinerja bisnis secara signifikan.\\\"Serta menjadi mitra tepercaya bagi keluarga Indonesia dalam menyusun rencana dan meraih masa depan yang lebih cerah,\\\" kata Elin.Strategi investasi jangka panjang yang dilakukan Sun Life yaitu melalui kemitraan bancassurance antara Sun Life Indonesia dengan CIMB Niaga. Menurut Elin, hal ini mampu membuka akses luas bagi nasabah di seluruh jalur distribusi, dan menawarkan inovasi produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan keluarga di Indonesia.\\\"Kami melihat peluang pertumbuhan bisnis di bancassurance yang merupakan jalur distribusi terbesar di Indonesia dan hal itu terbukti benar karena porsinya tercatat telah meningkat dari 38 persen di tahun 2015 menjadi 50 persen di tahun 2020,\\\" kata dia.Selain itu, Sun Life Indonesia juga meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Hal ini sekaligus untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan memberikan layanan terintegrasi kepada nasabah.Berdasarkan data OJK sejak Januari hingga Mei 2023, premi sektor asuransi mencapai Rp 124,69 triliun atau terkontraksi 1,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Akumulasi premi asuransi jiwa turun sebesar 8,08 persen secara tahunan dengan nilai sebesar Rp 71,90 triliun per Mei 2023, didorong oleh turunnya premi di lini usaha PAYDI. Namun demikian, akumulasi premi asuransi umum masih tumbuh positif 8,80 persen secara tahunan menjadi Rp 52,78 triliun.Permodalan di sektor asuransi tetap terjaga dengan Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 462,80 persen dan 307,07 persen atau berada di atas threshold sebesar 120 persen.\",\n        \"Date\": \" 29 Jul 2023 13:45 \",\n        \"Headline\": \"Diramal Banyak Tantangan, Industri Asuransi Diminta Perkuat Teknologi dan Modal\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2023/07/26/ilustrasi-asuransi_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1060,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-6848487/diramal-banyak-tantangan-industri-asuransi-diminta-perkuat-teknologi-dan-modal\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Berita\",\n        \"Content\": \"Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan industri asuransi harus bisa menjamin kesejahteraan masyarakat, utamanya para nasabah. Ia mengingatkan, perusahaan asuransi harus bisa mengelola bisnis secara presisi agar tak merugikan nasabah.Bamsoet menguraikan agar berbagai produk asuransi di Indonesia, tak hanya untuk asuransi jiwa, ada pula asuransi untuk mengcover dunia usaha. Sebut saja Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang memberikan perlindungan risiko gagal panen, telah berjalan sejak tahun 2015 dengan premi Rp 180 ribu dan disubsidi 80 persen oleh pemerintah. Berikutnya, Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) yang memberikan perlindungan risiko atas kematian dan kehilangan sapi, telah berjalan sejak tahun 2016, dengan premi sejumlah Rp 200 ribu disubsidi 80 persen oleh pemerintah.\\\"Asuransi Perikanan Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK) yang memberikan perlindungan risiko atas kematian udang/ikan dan kegagalan usaha karena bencana alam, telah berjalan sejak tahun 2017 diawali dengan udang, dengan premi Rp 90 ribu sampai dengan Rp 225 ribu per tahun sesuai lahan, disubsidi 100 persen oleh pemerintah. Serta Asuransi Nelayan yang memberikan perlindungan risiko atas kematian dan cacat nelayan saat di laut atau di darat, telah berjalan sejak tahun 2016, dengan premi Rp 140 ribu, dan disubsidi 100 persen oleh pemerintah,\\\" papar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (8/9/2021).\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Dalam Focus Group Discussion (FGD) 'Booming dan Krisis Industri Asuransi dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945 dan Pancasila', di Komplek Majelis, Ketua DPR RI ke-20 ini tidak menutup mata di balik berbagai asuransi yang melindungi petani dan sektor produktif, masih juga terdapat asuransi bermasalah membebani nasabahnya. Sebagaimana terjadi pada Jiwasraya, Kresna Life, Bumiputera, dan Himalaya Insurance.\\\"Berbagai kasus gagal bayar tersebut disebabkan lemahnya manajemen risiko dari proses bisnis sejak hulu sampai hilir. Berawal dari pengemasan produk dengan garansi hasil investasi di luar batas kemampuan pengelola aset dalam menghasilkan pengembalian investasi, dan berujung pada pengelolaan aset investasi. Pada prinsipnya, perusahaan asuransi belum optimal melaksanakan pedoman pengelolaan aset dan kewajiban yang menjadi unsur fundamental dalam perusahaan asuransi,\\\" ulas Bamsoet.Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan, merujuk berbagai kasus gagal bayar asuransi, perlu dilakukan restrukturisasi dan reformasi industri perasuransian untuk memperbaiki kualitas layanan.\\\"Perlu ada tekad melakukan reformasi perasuransian seperti dicanangkan presiden saat membuka pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan awal 2020 yang ditindaklanjuti OJK, yaitu meliputi reformasi pengaturan dan pengawasan, reformasi institusional, reformasi infrastruktur dan penyiapan RUU Lembaga Penjamin Polis. Sudah saatnya perusahaan asuransi kembali ke khittahnya dalam ikut serta memajukan kesejahteraan umum dan memberikan jaminan sosial sebagaimana diamanatkan oleh Konstitusi,\\\" cetus Bamsoet.Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E Halim menambahkan berbagai pokok permasalahan terkait industri asuransi, antara lain kesalahan pembentukan harga produk atau mispricing, lemahnya prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi, adanya rekayasa harga saham lewat masifnya jual beli saham dengan dressing reksadana, serta tekanan likuiditas dari produk asuransi yang kemudian berdampak terhadap penurunan kepercayaan nasabah yang menyebabkan merosotnya penjualan.\\\"BPKN telah mengeluarkan rekomendasi terkait asuransi tahun 2020. Antara lain, Indonesia perlu mempercepat pembentukan Lembaga Penjamin Polis (LPP) demi menjalankan amanat UU No.40 Tahun 2014 tentang Perasuransian sebagai langkah untuk melindungi pemegang polis dan memastikan industri perasuransian berjalan dengan sehat,\\\" kata Rizal.\\\"Perlu segera membuat peraturan turunan yang mengatur persyaratan agen asuransi yang bersertifikat serta memiliki kredibilitas secara jelas dan sistematis dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Serta membuat pedoman bagi perusahaan asuransi untuk melengkapi perjanjian asuransi dengan ringkasan perjanjian tentang manfaat dan risiko agar mudah dipahami konsumen,\\\" imbuhnya.Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengingatkan, seperti pada kasus Jiwasraya, beberapa masalah mendasar yang potensial terjadi pada perusahaan asuransi terdiri dari kesalahan pricing produk, aktivitas investasi yang rentan, manipulasi kinerja perusahaan dengan aggressive window dressing, dan tekanan likuiditas akibat mismatch. Portofolio Manajemen yang buruk juga menyebabkan risiko kerugian yang sangat besar akibat penempatan pada aset-aset yang berisiko tinggi. Kerugian yang sangat besar juga terjadi akibat fraud dan tata kelola yang tidak baik, plus ketegasan institusi pengawas untuk melakukan tindakan koreksi juga tidak berjalan optimal.\\\"Pelaku usaha industri asuransi, pada tahun 2021 ini industri asuransi juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Krisis COVID-19 menyebabkan bisnis asuransi tertekan karena penurunan pendapatan masyarakat. Menyebabkan daya beli masyarakat untuk membeli asuransi semakin menurun,\\\" urai Anis.Sebagai informasi, FGD yang diselenggarakan Brain Society Center (BS Center) bersama MPR RI ini turut dihadiri A, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, dan Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah. Hadir pula para narasumber pembahas, antara lain Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Rizal E. Halim, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika, Ketua Dewan Asuransi Indonesia Tatang Hidayat, Direktur Utama PT. Asuransi Jiwasraya Angger P. Yuwono, dan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi.\",\n        \"Date\": \" 08 Sep 2021 22:31 \",\n        \"Headline\": \"Bamsoet Minta Perusahaan Asuransi Cermat dalam Pengelolaan Aset\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2021/09/04/akses-pendidikan-tinggi-di-ri-rendah-universitas-terbuka-solusinya_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 863,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-5715727/bamsoet-minta-perusahaan-asuransi-cermat-dalam-pengelolaan-aset\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \" - detikFinance\",\n        \"Category\": \"PersonalFinance\",\n        \"Content\": \"Perusahaan asuransi Manulife Indonesia di tahun 2022 meraih kinerja positif walaupun berada di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menantang dan industri asuransi mengalami tekanan setelah pulih dari pandemi COVID- 19.Pencapaian itu menumbuhkan optimisme untuk kinerja tahun ini meskipun banyak kalangan mengkhawatirkan pelambatan ekonomi secara global pada 2023.\\\"Walaupun mengalami tahun yang penuh tantangan di 2022, kami mencatatkan kinerja bisnis yang solid untuk membantu jutaan nasabah dan keluarganya dalam melindungi masa depan mereka,\\\" tutur Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland kepada pers di Jakarta, Jumat (26/5/2023) lalu.\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Dikatakan pula, sepanjang 2022, pendapatan premi asuransi mencapai Rp10 triliun dan total pendapatan sebesar Rp12,6 triliun. Manulife Indonesia juga membukukan total aset sebesar Rp60 triliun dan menjadi perusahaan asuransi jiwa dengan aset kedua terbesar di Indonesia.Ia menambahkan, Manulife Indonesia juga menunjukan posisi permodalan yang jauh melebihi ketentuan pemerintah sebesar 120%, dengan Risk-Based Capital (RBC) 587% di bisnis konvesional dan 664% untuk unit syariah.Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengakui tahun 2022 merupakan tahun tantangan karena perekonomian belum stabil. Hal itu terlihat dari pendapatan industri asuransi jiwa hanya sebesar Rp 223 triliun atau menurun 7,5 persen jika dibandingkan periode yang sama 2021.Meskipun demikian, peluang untuk tumbuh tetap ada. Hal tersebut mengacu peningkatan jumlah tertanggung di 58 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI.Ia meyakini, kondisi itu mengindikasikan bahwa target market industri asuransi jiwa sudah semakin luas. Selain itu, masyarakat semakin menyadari pentingnya perlindungan asuransi jiwa sebagai salah satu perencanaan keuangan masa depan.Bersambung ke halaman selanjutnya.Menurut Ryan Charland, loyalitas nasabah diraih karena adanya kepercayaan nasabah kepada Manulife Indonesia. Kepercayaan itu juga didukung dengan kepastian pencairan klaim.\\\"Komitmen kami terlihat dari pembayaran klaim sejumlah Rp8,1 trilun atau Rp22,1 miliar per hari atau Rp900 juta per jam,\\\" tutur dia.Diyakini, pencapaian di tahun 2022 itu menjadi pijakan kuat untuk menghadapi tahun 2023 di tengah kekhawatiran pelemahan ekonomi global.Sebelumnya di awal tahun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan beberapa hal yang menyebabkan pelambatan ekonomi global. Termasuk, adanya penyesuaian suku bunga beberapa bank sentral, inflasi, hingga kenaikan harga komoditas global.Meskipun demikian, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan akan tetap kuat, setelah tumbuh 5,03 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I-2023. \\\"Perkiraan ini didukung membaiknya keyakinan konsumen, dan menguatnya daya beli sebagai dampak dari penurunan inflasi,\\\" kata Sri Mulyani.Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar Hirawan optimistis ekonomi nasional aman dari tekanan ekonomi global pada 2023. Menurutnya, pasca pandemi, masyarakat membelanjakan lebih dari 50% uangnya untuk konsumsi rumah tangga dan investasi, dari yang sebelumnya selama pandemi tertahan.Sementara itu, pencapaian kinerja positif juga diraih Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). MAMI berhasil mempertahankan posisinya sebagai perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia. Pada akhir tahun 2022, dana kelolaan reksa dana MAMI mencapai Rp 45,7 triliun.\\\"Pencapaian ini tidak lepas dari kepercayaan para investor dan dukungan 34 mitra distribusi reksa dana MAMI,\\\" ujar CEO & Presiden Direktur MAMI Afifa.Menurut Afifa, dengan menjalankan komitmen, MAMI mampu mempertahankan posisinya sebagai manajer investasi terbesar dan terpercaya di Indonesia di tengah dinamika dan kondisi pasar modal yang penuh tantangan.\",\n        \"Date\": \" 29 Mei 2023 06:55 \",\n        \"Headline\": \"Ekonomi RI Menantang di 2022, Industri Asuransi Masih Perkasa?\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2023/04/03/ilustrasi-asuransi_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1094,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-6744046/ekonomi-ri-menantang-di-2022-industri-asuransi-masih-perkasa\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Pernita Hestin Untari - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"Asuransi\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTAâ€” Beberapa orang mungkin memilih untuk membeli asuransi untuk perlindungan dan memitigasi risiko finansial. Termasuk anak muda yang baru mendapatkan gaji pertamanya.Â Tidak sedikit dari meraka yang ingin Â mengalokasikan gajinya untuk membeli asuransi. Perencana Keuangan Aulia Akbar mengatakan penting bagi anak muda untuk memperhatian cash flow (arus kas) terlebih dahulu ketika ingin membeli asuransi.Â Menurutnya, anak muda terutama yang baru mandiri dalam finansial harus memperbaiki arus kasnya terlebih dahulu dan meninjau kebutuhan asuransinya.Â â€œAsuransi itu merupakan pengeluaran yang ditujukan untuk memitigasi risiko finansial dalam hidup. Jadi kalau keuangan saja belum stabil, lebih baik diperbaiki dulu,â€ kata pria yang akrab disapa Akbar itu kepada Bisnis, Rabu (15/2/2023).Akbar mengatakan ketimbang membeli asuransi, tetapi keuangan belum stabil. Dia lebih menyarankan untuk memiliki dana darurat terlebih dahulu untuk mengantisipasi hal-hal yang mendesak. Â Selain itu, minimal memiliki BPJS Kesehatan karena iurannya yang cukup murah. Kemudian setelah semuanya terpenuhi baru melakukan peninjauan pada kebutuhan asuransinya.Â Baca JugaAkbar mencontohkan misalnya saja belum memiliki tanggungan, artinya belum butuh asuransi jiwa.Â â€œKalau mau beli [asuransi] pilih asuransi kesehatan dahulu karena itu adalah proteksi yang paling basic,â€ katanya.Â Saat membeli asuransi, Akbar menyarankan untuk memperhatikan harga premi. Menurutnya jangan membeli premi asuransi yang terlalu mahal, tetapi jangan juga terlalu fokus ke yang murah.Â â€œBujet maksimal untuk bayar premi asuransi setiap bulan usahakan tidak lebih dari 15 persen pemasukan dan pilih produk dari perusahaan asuransi dengan keuangan yang sehat,â€ katanya.Â Adapun kesehatan keuangan perusahaan asuransi dapat dilihat dari nilai Risk Based Capital (RBC) perusahaan. Ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), RBC perusahaan asuransi tidak boleh di bawah 120 persen.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"17 Februari 2023 16:12 WIB\",\n        \"Headline\": \"Baru Bekerja, Apa Perlu Langsung Beli Asuransi?\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/02/17/1628584/asuransi_terbaik_di_indonesia_freepik_1666778240.jpg\",\n        \"Indeks\": 259,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20230217/55/1628584/baru-bekerja-apa-perlu-langsung-beli-asuransi\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"PersonalFinance\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja bank digital sepanjang 2022 menjadi perhatian para pembaca Kanal Finansial Bisnis.com.Pada tahun lalu terjadi pergeseran posisi bank digital terbesar di Indonesia dari segi aset. Kemudian, kisi-kisi 11 perusahaan asuransi bermasalah dari OJK juga menjadi berita paling banyak dibaca.Berikut daftar selengkapnya 5 berita terpopuler di Kanal Finansial Bisnis.com:1. Aset Bank Digital Saling Salip, BBYB Geser ARTOAset sejumlah bank digital di Indonesia tercatat mengalami peningkatan pesat seiring dengan pertumbuhan kredit yang ekspansif. Menariknya terjadi pergeseran peta kekuatan. Posisi nomor satu kini dihuni oleh PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank).Aset bank yang berada di dalam dekapan induk Shopee ini tercatat sebesar Rp28,26 triliun per 31 Desember 2022, naik 156 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).Baca JugaPeningkatan aset tersebut seiring dengan upaya ekspansi kredit yang dijalankan SeaBank pada tahun lalu. Tercatat, hingga akhir 2022 jumlah kredit yang diberikan SeaBank Rp15,89 triliun, meningkat 160 persen yoy.2. OJK Ungkap Clue 11 Perusahaan Asuransi Bermasalah, Ini DaftarnyaOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan terdapat 11 perusahaan asuransi bermasalah yang tengah dalam pengawasan khusus regulator. Meski tak secara gamblang, OJK merincikan entitas perusahaan asuransi bermasalah tersebut.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Ogi Prastomiyono mengatakan bahwa sebanyak 11 perusahaan asuransi bermasalah tersebut masuk ke dalam kategori tidak normal.Ogi merincikan 11 perusahaan asuransi bermasalah yang masuk dalam pengawasan khusus OJK yang mayoritas diisi oleh perusahaan asuransi jiwa, lalu disusul oleh perusahaan asuransi umum, dan perusahaan reasuransi.3. Blak-blakan OJK soal Gugatan Wanaartha Life di PTUNOtoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara atas adanya gugatan yang dilayangkan PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life/WAL) kepada regulator di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.Berdasarkan situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Jakarta, penggugat melalui kuasa hukumnya meminta agar membatalkan pencabutan izin usaha Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha tertanggal 5 Desember 2022.Adapun, gugatan tersebut didaftarkan pada Rabu (29/3/2023) dengan nomor perkara 140/G/2023/PTUN.JKT.4. Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp15.007, Cek Kurs di Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI Hari ini (3/4/2023)Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpeluang mengalami fluktuasi di tengah sentimen keputusan OPEC+ untuk memangkas produksi minyak.Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.17 WIB rupiah dibuka melemah 0,08 persen atau turun 12 poin ke level Rp15.007 per dolar AS, sedangkan indeks dolar AS terpantau mengalami penguatan sebesar 0,37 persen atau naik 0,38 poin ke 102,89.Kendati demikian, pada pukul 09:57 WIB rupiah kembali melanjutkan tren penguatan bahkan menembus level Rp14.990 per dolar AS.5. OJK Ingatkan Kresna Life, Batas Waktu Persetujuan Polis 25 April 2023Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan batas waktu kepada PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) untuk merampungkan persetujuan dari para pemegang polis Kresna Life terkait konversi klaim menjadi pinjaman subordinasi (subordinated loan/SOL).Adapun, saat ini regulator tengah membahas draf mengenai perjanjian konversi tersebut dan rencananya akan diselesaikan pekan ini.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Ogi Prastomiyono mengatakan setelah draf perjanjian konversi selesai, maka akan dilakukan penandatanganan perjanjian oleh setiap pemegang polis Kresna Life untuk menentukan pilihannya atas perjanjian tersebut.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"04 April 2023 11:45 WIB\",\n        \"Headline\": \"Terpopuler Hari Ini: Saling Salip Aset Bank Digital dan Perusahaan Asuransi Bermasalah\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/04/04/1643593/ilustrasi-bank-digital.jpg\",\n        \"Indeks\": 204,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20230404/90/1643593/terpopuler-hari-ini-saling-salip-aset-bank-digital-dan-perusahaan-asuransi-bermasalah\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Ilyas Fadilah - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Berita\",\n        \"Content\": \"Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) resmi merilis peta jalan industri asuransi jiwa untuk mendorong penguatan tata kelola dan transformasi digital.Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan peta jalan pengembangan ekosistem industri juga dapat dimaksimalkan melalui inovasi digital dan optimalisasi koordinasi serta sinergi antar pemangku kepentingan.\\\"Misalnya dengan melakukan sinergi dalam rangka perluasan akses dan optimalisasi layanan asuransi jiwa dengan menciptakan inovasi berbasis digital,\\\" kata dia dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2022).\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Dia menjelaskan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memberdayakan inovasi berbasis digital agar semakin berkembang. Pertama, penguatan pengaturan untuk mendukung peningkatan digitalisasi asuransi jiwa.Kedua, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) dan teknologi industri agar perusahaan dapat lebih efisien dan juga efektif dalam proses transformasi digital dengan senantiasa memprioritaskan keamanan data dan informasi.Budi menjelaskan peta jalan ini mencakup beberapa hal yaitu penguatan struktur permodalan, peningkatan kualitas pengaturan dan pengawasan, peningkatan kualitas manajemen operasional dan SDM, serta peningkatan perlindungan serta pelayanan nasabah.\\\"Dari cakupan tersebut, ada tiga tujuan utama dalam perumusan roadmap ini yaitu menjadikan industri asuransi jiwa semakin bertumbuh dan memberikan perlindungan ke seluruh masyarakat Indonesia, semakin sehat dan berkualitas dalam berperan dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta dicintai oleh masyarakat Indonesia,\\\" jelas Budi.Berlanjut ke halaman berikutnya.\",\n        \"Date\": \" 20 Apr 2022 20:58 \",\n        \"Headline\": \"Asuransi Jiwa Mau Geber Layanan Digital, Caranya Gimana Nih?\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2021/03/26/ilustrasi-asuransi_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 854,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-6042621/asuransi-jiwa-mau-geber-layanan-digital-caranya-gimana-nih\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Ekonomi\",\n        \"Content\": \"Berbagai upaya mesti dilakukan untuk membuat tata kelola industri asuransi di dalam negeri menjadi sehat. Hal ini mengingat belakangan banyak muncul masalah gagal bayar.Pengawas dan Pembina Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Kornelius Simanjuntak mengatakan, untuk dapat menciptakan tata kelola yang lebih sehat di industri ini perlu didorong adanya kolaborasi antara perusahaan asuransi dengan pialang asuransi.Menurutnya, kolaborasi antara dua entitas ini penting dilakukan agar menghilangkan sikap saling mencurigai antara keduanya. Pasalnya, sikap saling curiga yang selama ini selalu muncul dapat merusak kelangsungan dua entitas bisnis tersebut.\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  \\\"Hilangkan saling menyalahkan. Yang selama ini muncul adalah broker ini katanya merusak pasar. Katanya, kalau masuk broker pasti preminya hancur,\\\" kata Kornelius dalam keterangannya, Minggu (26/12/2021).Ia pun mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah segera membentuk Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP). Langkah ini dianggap sebagai upaya mendorong minat masyarakat untuk menggunakan jasa asuransi. Selain itu, LPPP juga dapat mengembalikan citra perusahaan asuransi, mengingat akhir-akhir ini makin banyak permasalahan yang terjadi di sejumlah perusahaan.Menurutnya, jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, lembaga tersebut sudah harus dibangun. Sebab, UU mengamanatkan lembaga tersebut harus sudah ada paling lambat tiga tahun setelah undang-undang perasuransian terbit.Kemudian, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi Indonesia (Apparindo) Mohammad Jusuf Adi mengatakan, dalam upaya pembenahan industri asuransi nasional diperlukan kesadaran dari para perusahaan asuransi untuk melakukan bisnis sesuai kecukupan modal. Dengan begitu, kata dia, pihaknya akan lebih mudah melakukan penyeleksian perusahaan asuransi bagi nasabah.\\\"Mungkin ke depan perlu pertimbangan, perusahaan asuransi perlu melakukan spesialisasi sesuai dengan kemampuan internal mereka. Kalau modal Rp 3 triliun misalnya, jangan main untuk risiko sampai Rp 10 triliun. Sehingga kami di pialang dalam rangka melakukan penyeleksian perusahaan asuransi lebih mudah,\\\" ujarnya.Di sisi lain, Direktur Teknis IFG Rianto Ahmad menekan perlunya manajemen risiko diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan, guna mendorong iklim industri asuransi yang sehat. Ia berharap, upaya manajemen risiko ini menjadi bagian dari budaya perusahaan.Bersambung ke halaman selanjutnya.\",\n        \"Date\": \" 26 Des 2021 17:02 \",\n        \"Headline\": \"Jangan Sampai Gagal Bayar Asuransi Terulang, Ini yang Perlu Dilakukan\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2015/12/10/54b05d11-c94d-4bb9-b0e2-0271766c9b4c_169.jpg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1178,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-5871260/jangan-sampai-gagal-bayar-asuransi-terulang-ini-yang-perlu-dilakukan\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"Ekonomi\",\n        \"Content\": \"\\r\\nBisnis.com, JAKARTA — Persoalan yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dinilai akan menjadi pembelajaran besar bagi industri asuransi, khususnya dalam menerapkan prinsip-prinsip utama dalam menjalankan bisnis proteksi. Ketua Tim Solusi Jangka Menengah Restrukturisasi Polis Jiwasraya Angger P. Yuwono menjelaskan bahwa para pelaku industri asuransi jiwa tentu sudah memahami prinsip dasar dari bisnis proteksi yakni premi dibayarkan di depan dan manfaat dibayarkan di belakang. Bahkan, jauh di belakang, yakni saat tertanggung wafat.Hal tersebut membuat bisnis asuransi jiwa menghadapi proses manajemen risiko yang lebih menantang dibandingkan dengan lembaga jasa keuangan lainnya. Namun, acapkali terjadi penyelenggaraan bisnis yang tidak sesuai prinsip seperti yang sebelumnya terjadi di Jiwasraya.\\\"Saya dulu [sebelum bergabung ke Jiwasraya] sudah mendengar selentingan insolvensi di Jiwasraya, insolvensi kecil, dan itu berpeluang menjadi insolvensi yang lebih besar,\\\" ujar Angger dalam Dialog Bisnis bertajuk Menakar Prospek Industri Asuransi di Tengah Pandemi Covid-19 yang digelar Bisnis Indonesia pada Jumat (21/5/2021).\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\nMenurutnya, kondisi insolvensi seperti yang terjadi di Jiwasraya kala itu berpotensi memacu perusahaan asuransi mencari siasat untuk menutup celah masalah tersebut. Dalam konteks Jiwasraya, penerbitan produk saving plan menjadi salah satu siasat karena dapat mendatangkan premi besar.Sayangnya, cara itu membuat persoalan insolvensi menjadi pecah dan mengakibatkan gagal bayar. Alhasil, upaya penyelamatan polis melalui restrukturisasi ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dilakukan.Baca Juga13 Manajer Investasi Tersangka Korupsi Jiwasraya Tak Kunjung DiadiliRestrukturisasi Polis Jiwasraya, PMN Rp22 Triliun Diharapkan Cair Juni 2020Bagaimana Prospek Asuransi di Masa Pandemi? Simak Dialog Bisnis Sekarang!\\\"Kalau posisi aset di bawah liabilitas, maka ada peluang perusahaan ingin mendapatkan return yang lebih besar jadi mengejar aset tidak berkualitas. Apalagi, dengan cara menjual produk yang kemudian berisiko berakhir dengan keterpurukan,\\\" ujarnya.Angger pun menyatakan bahwa masalah yang terjadi di Jiwasraya akan menjadi pembelajaran penting bagi perusahaan-perusahaan asuransi jiwa dalam menerapkan tata kelola perusahaan dan memenuhi prinsip-prinsip dasar bisnis asuransi.Bergulirnya kasus Jiwasraya, penyebaran virus corona, dan dampak ekonomi dari pandemi dinilai akan menimbulkan tantangan tersendiri bagi industri asuransi. Namun, Angger meyakini industri akan terus berupaya menjaga kualitas bisnisnya dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.\\\"Saya percaya dengan ungkapan at the and of the day, only the trusted can survive. Ini sangat tepat dalam konteks asuransi,\\\" ujar Angger.\\r\\nCek Berita dan Artikel yang lain di Google\\r\\n                                News\\r\\n\",\n        \"Date\": \"21 Mei 2021 21:08 WIB\",\n        \"Headline\": \"Jiwasraya: Kasus Kami Jadi Pembelajaran Penting\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2021/05/21/1396680/bio-jiwasraya-2.jpg\",\n        \"Indeks\": 356,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20210521/215/1396680/jiwasraya-kasus-kami-jadi-pembelajaran-penting\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"Ekonomi\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTA - Para pembaca Bisnis.com banyak mencermati berita terkait raihan laba PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang tercatat senilai Rp51,4 triliun sepanjang tahun lalu.Kasus pelik beberapa perusahaan asuransi seperti Bumiputera hingga Wanaartha yang membuat premi asuransi jiwa susut juga menjadi berita paling banyak dibaca di Kanal Finansial Bisnis.com.Berikut daftar selengkapnya berita terpopuler Kanal Finansial Bisnis.com:1. BRI (BBRI) Cetak Laba Rp51,4 Triliun Sepanjang 2022PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI membukukan laba bersih Rp51,4 triliun sepanjang 2022, atau melesat 66,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sepanjang tahun lalu bank pelat merah yang fokus pada UMKM ini melaporkan penurunan beban bunga sebesar 7,1 persen yoy menjadi Rp27,3 triliun.Pada periode yang sama, pendapatan bunga naik 5,8 persen yoy menjadi Rp151,8 triliun. Alhasil pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank naik dari Rp114,1 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp124,6 triliun atau tumbuh 9,2 persen yoy. Bank juga mendapatkan tambahan pendapatan dari premi bersih, sehingga pendapatan operasional BRI terdorong menjadi Rp126,2 triliun.Baca Juga2. Kasus AJB Bumiputera hingga Wanaartha Bikin Premi Asuransi Jiwa KontraksiKasus gagal bayar sejumlah perusahaan asuransi jiwa mempengaruhi kepercayaan masyarakat. Adapun beberapa perusahaan asuransi jiwa yang bermasalah antara lain Jiwasraya, AJB Bumiputera 1912, Kresna Life, dan Wanaartha Life.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan premi asuransi jiwa mengalami kontraksi 7,8 persen pada 2022. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh pada periode yang sama.3. Disentil Jokowi Soal Kredit Smelter, Ini Ragam Kendala Bank Salurkan PembiayaanPresiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil industri perbankan untuk secara nyata memberikan dukungan terhadap upaya hilirisasi komoditas. Namun, perbankan menghadapi sejumlah kendala.Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa pengembangan hilirisasi komoditas itu mempunyai kebutuhan dana yang banyak.â€œHarus disadari bahwa smelter itu membutuhkan dana minimal Rp5 triliun sampai belasan triliun per smelter,â€ katanya dalam acara pertemuan tahunan industri jasa keuangan (PTIJK) 2023 pada Senin (6/2/2023). Pengembangan hilirisasi, seperti dengan membangun smelter juga menurutnya mesti satu paket bersama pembangkit tenaga listrik.-œAkan tetapi, pembangkit dari PLN saja tidak akan mencukupi, jadi diambil batu bara,â€ ujar Jahja.4. Intip Potensi Bank Digital (ARTO dan BBHI) Raup Cuan Tahun IniPT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menjelaskan bahwa bank digital seperti PT Bank Jago Tbk. (ARTO) dan PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) mempunyai keunggulan dari sisi permodalan hingga ekosistem yang mumpuni untuk mengarungi tahun ini.Analis Pefindo Kreshna Dwinanta Armand mengatakan bahwa bank digital mempunyai sejumlah faktor pendorong pertumbuhan bisnis tahun ini, salah satunya permodalan. Bank digital mempunyai rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang tinggi. Bank Jago misalnya mempunyai CAR 97,50 persen pada kuartal III/2022, kemudian Allo Bank mempunyai CAR 78,36 persen, dan PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) mempunyai CAR 400 persen.5. Pesawat Susi Air Dibakar di Papua, Kerugian Ditanggung Asuransi?Perusahaan asuransi dapat menanggung kerugian pesawat terbang yang rusak di arena konflik jika mencakup jenis asurnasi perang atau war risk. Pengamat asuransi penerbangan menilai bahwa pesawat perintis Susi Air yang diduga dibakar di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (7/2/2023) masuk ke dalam jenis asuransi perang atau war risk. Praktisi dan pengamat asuransi penerbangan Arman Juffry menjelaskan war insurance adalah asuransi perang yang menjamin huru-hara, keributan, pemukulan pilot, dan risiko sejenis.â€œKalau kebakarnya itu kebakar sendiri bisa juga enggak dijamin misalnya waktu itu ada pesawat yang keluar api. Tapi kalau ini [pesawat] dibakar, saya kira itu dijaminnya di war insurance,â€ kata Arman saat dihubungi Bisnis, Selasa (7/2/2023).Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"08 Februari 2023 11:50 WIB\",\n        \"Headline\": \"Top 5 News Finansial: BRI Untung Rp51,4 T, Kasus Bumiputera hingga Wanaartha Bikin Susut Premi Asuransi Jiwa\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/02/08/1625914/bri2.jpg\",\n        \"Indeks\": 273,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20230208/90/1625914/top-5-news-finansial-bri-untung-rp514-t-kasus-bumiputera-hingga-wanaartha-bikin-susut-premi-asuransi-jiwa\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Perbankan\",\n        \"Content\": \"Produk asuransi terus mengalami perkembangan. Salah satunya dengan munculnya unit link yang belakangan disorot karena diduga merugikan nasabah. Apa sih unit link itu?Dikutip dari sikapiuangmu.ojk.go.id, Senin (11/4/2022), dalam POJK Nomor 23/POJK.05/2015 tentang Produk Asuransi dan Pemasaran Produk Asuransi dikenal istilah Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI). PAYDI merupakan produk asuransi yang paling sedikit memberikan perlindungan terhadap risiko kematian dan memberikan manfaat yang mengacu pada hasil investasi dari kumpulan dana yang khusus dibentuk untuk produk asuransi baik yang dinyatakan dalam bentuk unit maupun bukan unit.Sederhananya, asuransi unit link adalah kombinasi antara dua produk keuangan yakni asuransi dan investasi. Selain keperluan proteksi, sebagian premi yang dibayarkan konsumen dialokasikan untuk pengembangan dana atau investasi.\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Unit link sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Pertama, Dana Unit link Pasar Uang (Cash Fund Unit link), di mana seluruh porsi investasi ditempatkan di instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan surat utang jangka pendek.Kedua, Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Unit link), di mana penempatan dana sekurang-kurangnya 80% untuk porsi investasi pada instrumen surat utang atau obligasi dan sisanya ditempatkan di instrumen pasar uang.Ketiga, Dana Investasi Campuran (Managed Unit link) di mana porsi investasi ditempatkan pada instrumen saham, obligasi, dan pasar uang dengan komposisi tertentu. Keempat, Dana Investasi Saham (Equity Unit link), di mana penempatan dananya sekurang-kurangnya 80% untuk porsi investasi pada instrumen saham.Sebagai produk asuransi, unit link mendominasi dalam kinerja industri asuransi. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, total pendapatan pada kuartal III 2021 mencapai Rp 171,36 triliun. Angka tersebut setara dengan pertumbuhan 38,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.Tercatat, total pendapatan premi sebesar Rp 149,36 triliun atau tumbuh sebesar 11,5%. Premi bisnis baru dan premi lanjutan mengalami kenaikan masing-masing tumbuh 17,6% (yoy) menjadi Rp 94,2 triliun, dan 2,4% menjadi Rp 55,15 triliun.Produk PAYDI atau unit link mendominasi dengan kontribusi sebesar 62,5% dari total pendapatan premi. Selama kuartal III 2021, produk asuransi jiwa unit link bernilai total Rp 93,31 triliun atau naik 9,0% (yoy), sementara produk bertipe tradisional mencapai Rp 56,04 triliun atau naik 15,7%.Meski begitu produk unit link beberapa kali mengalami perkara dengan nasabahnya. Baca di halaman berikutnya.\",\n        \"Date\": \" 11 Apr 2022 07:15 \",\n        \"Headline\": \"Menimbang Peluang Investasi Unit Link yang Penuh Kontroversi\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2022/01/21/korban-asuransi-unitlink-1_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1314,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/portofolio/d-6026247/menimbang-peluang-investasi-unit-link-yang-penuh-kontroversi\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Pernita Hestin Untari - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"PersonalFinance\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTA-” Badan penelitian Mapfre Economics memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomiÂ global akan melambat dua persen pada 2023. Angka tersebut tujuh per sepuluh poin lebih rendah dibandingkan prediksi pada Oktober kemarin.Melansir laman Reinsurance News, Senin (23/1/2023) meskipun demikian, MAPFRE Economics menyebut perlambatan ekonomi global disebut akanÂ membawa peluang baru bagi perusahaan asuransi pada 2023. Perlambatan ekonomi disebut menjadi periode stagflasi global yang ditandai dengan lemahnya pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi yang masih tinggi, yang akan berlangsung setidaknya hingga 2024, ketika pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) akan meningkat menjadi 2,7 persen. Mapfre menyebutkan kondisi ekonomi tersebut mempengaruhi kinerja industri asuransi. Pasalnya pasar akan menghadapi kesulitan yang lebih besar pada 2023. Termasuk untuk pengembangan bisnis, khususnya di negara-negara berkembang setelah satu tahun di mana sektor non-kehidupan mengalami pertumbuhan yang signifikan.Pada saat yang sama, pengetatan kebijakan moneter dengan suku bunga yang lebih tinggi akan terus mendorong bisnis asuransi jiwa yang terkait dengan tabungan, setidaknya untuk mengimbangi dampak negatif dari penurunan ekonomi terhadap bisnis asuransi.Baca JugaKendati demikian para ahli Mapfre memperkirakan bahwa 2023 dapat membawa peluang baru dalam investasi keuangan di sektor ini.Menurut Ricardo GonzÃ¡lez, Director of Analysis, Sectoral Research, and Regulation di Mapfre Economics, efek negatif pada neraca perusahaan asuransi karena kenaikan suku bunga obligasi dan kinerja ekuitas telah diserap oleh tingginya tingkat solvabilitas perusahaan. industri asuransi, dan lingkungan untuk bisnis tabungan asuransi jiwa dan anuitas tradisional dengan jaminan suku bunga terus membaik.Prospek profitabilitas portofolio investasi di masa depan juga membaik, yang digunakan oleh industri asuransi untuk melengkapi profitabilitas teknisnya, mengingat posisi menguntungkan perusahaan asuransi dalam hal likuiditas tinggi dan leverage rendah karena karakteristik model bisnis mereka.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"24 Januari 2023 00:59 WIB\",\n        \"Headline\": \"Ekonomi Global Melambat, Perusahaan Asuransi Punya Peluang Baru\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/01/24/1620830/asuransi_terbaik_di_indonesia_freepik_1666778240.jpg\",\n        \"Indeks\": 284,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20230124/215/1620830/ekonomi-global-melambat-perusahaan-asuransi-punya-peluang-baru\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"Asuransi\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTA - Artikel mengenai daftar terbaru 10 bank terbesar di Indonesia menjadi berita paling banyak dibaca di Kanal Finansial Bisnis.com.Selain itu, para pembaca juga banyak mencari tahu tentang cara mencairkan klaim Bumiputera setelah penurunan nilai manfaat.Berikut daftar lengkap 5 berita terpopuler di Kanal Finansial Bisnis.com:1. Daftar Terbaru 10 Bank Terbesar RI, Bank Mandiri & BRI Bersaing KetatIndustri perbankan mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan yang pesat sepanjang 2022. Aset bank pun kian besar.Hampir semua bank jumbo di Indonesia mencatatkan peningkatan asetnya pada 2022. Terbaru, PT Bank Panin Tbk. (PNBN) mencatatkan kenaikan aset secara konsolidasi 3,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp212,43 triliun.Baca JugaPeningkatan aset itu didorong oleh tumbuhnya penyaluran kredit 9,7 persen yoy menjadi sebesar Rp136,99 triliun.2. Begini Cara Cairkan Klaim Manfaat AJB Bumiputera 2022 Setelah PNMAsuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 mulai membayarkan klaim polis tertunda sebesar Rp22,34 miliar dengan Penurunan Nilai Manfaat (PNM) pada 6 Maret kemarin.Pembayaran klaim polis tersebut dilakukan kepada 7.805 polis asuransi perorangan. AJB Bumiputera 1912 akan kembali membayarkan klaim polis yang tertunda pada 13 Maret mendatang.Masih diketahui pasti berapa banyak yang akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia itu. Lalu bagaimana cara nasabah dapat mencairkan klaim manfaat setelah aturan PNM?3. Lagi, Shopee PHK Sekitar 200 Orang, Ini PenyebabnyaKabar pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali datang dari Shopee yang kembali memecat sekitar 200 orang.Shopee kini tengah berupaya melawan kerugian yang membengkak, sehingga perusahaan belanja online tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan untuk melakukan efisiensi.\\\"Diketahui Shopee telah memutus hubungan kerja sekitar 200 orang pada hari kamis, sebagian besar di divisi layanan pelanggan,\\\" dikutip dari Deal Street Asia, Kamis (9/3/2023).4. RUPST Bank Mandiri (BMRI) hingga BRI (BBRI) Minggu Depan, Simak Perkiraan Besaran DividennyaPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dengan satu agenda penentuan pembayaran dividen dari laba tahun buku 2022.Maraton RUPST keempat bank jumbo itu akan dibuka oleh BBRI yang akan melaksanakan rapat tahunan pada 13 Maret 2023 mendatang. Kemudian disusul oleh Bank Mandiri yang menggelar RUPST pada 14 Maret 2023.Diikuti BNI yang telah mengumumkan kepada pemilik sahamnya akan menyelenggarakan RUPST tahun buku 2022 pada 15 Maret 2023 dan BCA yang akan menggelar RUPST pada 16 Maret 2023.5. OJK Komitmen Perkuat Industri Asuransi dengan Penerapan PSAK 74Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk memperkuat industri perasuransian dengan memastikan kesiapan para pelaku industri untuk mengimplementasikan Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 74 tentang Kontrak Asuransi pada 1 Januari 2025.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menuturkan bahwa sektor industri perasuransian memegang peran penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"10 Maret 2023 11:35 WIB\",\n        \"Headline\": \"Terpopuler Hari Ini: 10 Bank Terbesar RI dan Cara Mencairkan Klaim Bumiputera\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/03/10/1636003/ilustrasi-bank-2.jpg\",\n        \"Indeks\": 230,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20230310/90/1636003/terpopuler-hari-ini-10-bank-terbesar-ri-dan-cara-mencairkan-klaim-bumiputera\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Rika Anggraeni - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"Fintech\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTA-” Berada pada keadaan yang harus mencukupi ekonomi dua generasi menjadi beban yang harus dipikulÂ generasi sandwich.Mengutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id pada Sabtu (7/10/2023), istilah generasi sandwich diperkenalkan pertama kali oleh seorang Profesor sekaligus direktur praktikum University Kentucky, Lexington, Amerika Serikat bernama Dorothy A. Miller pada 1981.Generasi sandwich dianalogikan seperti sepotong daging yang terhimpit oleh dua buah roti.Â Kondisi ini diibaratkan sebagai orangÂ tuaÂ (generasi atas) dan anak (generasi bawah), sedangkan isi utama sandwichÂ berupa daging, mayonnaise, danÂ sausÂ yang terhimpit oleh roti diibaratkan sebagai diri sendiri.Dengan banyaknya beban yang dipikul generasi sandwich. Lantas,Â bisakah generasi sandwich memiliki proteksi asuransi jiwa?Pengamat Asuransi sekaligus Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) Wahyudin Rahman mengatakan generasi sandwich sangat bisa memiliki asuransi jiwa. Sebab, saat ini premi asuransi jiwa dibanderol dengan harga terjangkau dan dapat dibayar secara bulanan, bahkan ada yang dimulai dari Rp10.000/bulan untuk asuransi jiwa berjangka.Wahyudin menyampaikan bahwa porsi premi dapat diatur dan disepakati bersama penanggung sesuai kebutuhan kaum muda. Selain itu, produk asuransi juga dapat dibeli melalui situs resmi dan aplikasi yang tersedia.Baca Jugaâ€œSangat penting asuransi jiwa untuk generasi sandwich. Dengan memiliki asuransi, maka secara tidak langsung dapat melatih generasi sandwich untuk mengatur keuangan dengan bijak,â€ kata Wahyudin kepada Bisnis.Dalam piramida kebutuhan, Wahyudin menjelaskan bahwa proteksi merupakan tingkat dasar dan utama yang melindungi faktor lain seperti cash flow, saving, dan investasi. Ketiga faktor ini dapat melindungi masa depan dan tujuan dari keluarga yang sudah direncanakan.â€œKeberadaan asuransi bagi generasi sandwich, menjadi penolong dan meringakan beban di masa depan. Mereka menjadi penanggungjawab melindungi keluarga, termasuk orang tua,â€ ujarnya.Untuk diri sendiri, sambung Wahyudin, generasi sandwich dapat mempersiapkan masa depan dengan membeli berbagai polis jiwa berjangka dan kesehatan. Untuk anak, dapat membeli polis membeli asuransi pendidikan anak yang melindungi asuransi jiwa dan biaya pendidikan. Sedangkan untuk orang tua, mereka dapat membeli asuransi kesehatan minimal menggunakan BPJS Kesehatan.TERJANGKAUSepakat dengan Wahyudin, PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) juga menyebut generasi sandwich bisa memiliki asuransi melalui perlindungan yang terjangkau sesuai kemampuan terlebih dahulu. Perlindungan ini bisa berupa perlindungan murni asuransi.Presiden Direktur & CEO BCA Life Christine Setyabudhi mengatakan bahwa BCA Life menawarkan produk yang bisa dijangkau oleh generasi sandwich melalui mylifeguard.id, kolaborasi e-bancassurance MyGuard di bca.id/omyguard, hingga BluInsurance bagi para nasabah-nasabah muda Blu.â€œSemua produk-produk digital BCA Life dapat dimiliki mulai dari Rp14ribuan/bulan, sehingga tidak ada alasan untuk tidak memiliki proteksi sejak dini,â€ kata Christine kepada Bisnis.Di samping itu, Christine menilai asuransi jiwa juga dapat meringankan beban yang ditanggung oleh generasi sandwich. Menurutnya, di tengah kondisi yang penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang, memiliki proteksi (asuransi) adalah salah satu keputusan finansial yang bijak.â€œAsuransi merupakan salah satu instrumen yang bisa dipilih oleh generasi sandwich untuk tetap bisa memberikan kepastian kepada dua generasi di atas dan bawahnya,â€ ungkapnya.Lebih lanjut, pilihan asuransi terjangkau dengan pengembalian premi menjadi salah satu opsi jika generasi sandwich ingin membeli asuransi, tanpa takut premi yang dibayarkan hilang atau hangus.Senada, PT BNI Life Insurance (BNI Life) menilai generasi sandwich wajib memiliki asuransi jiwa. Terlebih saat ini, produk asuransi jiwa menawarkan beragam pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan generasi sandwich.â€œMulai dari perlindungan finansial hingga perencanaan masa depan, produk asuransi jiwa yang beragam memberi mereka lebih fleksibel untuk memilih rencana yang paling sesuai dengan situasi keuangan mereka,â€ kata Plt. Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan kepada Bisnis.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"07 Oktober 2023 15:09 WIB\",\n        \"Headline\": \"Terimpit Beban Finansial, Perlukah Generasi Sandwich Miliki Asuransi?\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/10/07/1700019/asuransi_pendidikan_1695995935.jpg\",\n        \"Indeks\": 40,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20231007/55/1700019/terimpit-beban-finansial-perlukah-generasi-sandwich-miliki-asuransi\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Sylke Febrina Laucereno - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Ekonomi\",\n        \"Content\": \"Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) disebut menjadi refleksi untuk mereformasi industri keuangan nasional. Manajemen risiko di industri ini harus dijalankan secara optimal.Direktur Kepatuhan dan SDM Jiwasraya, R. Nahelan Prabantarikso menyampaikan, bahwa sebelumnya Jiwasraya tidak menjalankan manajemen risiko dengan optimal berkaitan dengan unit-unit di perusahaan dengan menjalankan investasi yang tidak prudent. Alhasil, Jiwasraya dinyatakan gagal bayar pada Oktober 2018.\\\"Kami temukan banyak unit yang manajemen risikonya tidak optimal, misalnya dalam menjalankan investasi tidak prudent. Oleh karena itu penting terdapat framework Governance Risk Compliance (GRC),\\\" ujar Mahelan, Kamis (15/4/2021).\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Mahelan menyebutkan, dengan menerapkan aspek GRC, permasalahan yang ada di Jiwasraya harus menjadi titik balik dalam reformasi di industri asuransi karena mampu menumbuhkan integrasi dan mencegah konflik kepentingan.Adapun penguatan tata kelola juga menjadi sangat krusial untuk dapat menggenjot pertumbuhan industri dengan lebih optimal. \\\"Dampak kasus gagal bayar mempengaruhi pertumbuhan penetrasi asuransi jiwa dan menyebabkan risiko reputasi, oleh karena itu reformasi menjadi penting,\\\" ujar Mahelan.Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan analisa mendalam dari berbagai kasus pada industri keuangan, terutama dalam kasus Jiwasraya dan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 yang mengalami gagal bayar.Oleh karena itu, sebagai upaya mendorong penguatan industri asuransi, OJK akan menerapkan sistem pengawasan dengan menekankan pada kaidah manajemen risiko dan tata kelola perusahaan\\\"Pengembangan pengawasan dilakukan untuk bisa memprediksi risiko yang mungkin timbul, meski belum bisa tercermin dari data-data yang sementara ada,\\\" Kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.Dengan sistem pengawasan yang baru, OJK yakin akan lebih maksimal melindungi nasabah dari produk-produk beresiko tinggi yang kurang dipahami oleh nasabah.Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Moch Ihsanuddin mengakui, industri asuransi masih menghadapi sejumlah tantangan, dari mulai penetrasi dan densitas hingga kasus gagal bayar di sejumlah perusahaan.Maka dari itu, OJK menyiapkan tiga fokus penganan di industri asuransi ini. Pertama, berkenaan dengan pendalamaan, root cause. Kedua, OJK akan menerapkan risk based supervision sesuai kondisi masing-masing perusahaan, didukung dengan pengembangan infrastruktur yang memadai.Ketiga, OJK akan meminta komitmen pemegang saham atau manajemen perusahaan terkait untuk menyiapkan rencana penyehatan keuangan (RPK). Kegiatan penyehatan pun diawasi sesuai waktu penyelesaian yang disepakati perusahaan dengan otoritas.\",\n        \"Date\": \" 15 Apr 2021 16:57 \",\n        \"Headline\": \"Kepercayaan Asuransi Anjlok gara-gara Jiwasraya, Harus Gimana Nih?\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2019/01/04/9bfd89b6-362a-4b5e-a66c-a0e6de191cc6_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1221,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-5533774/kepercayaan-asuransi-anjlok-gara-gara-jiwasraya-harus-gimana-nih\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Rika Anggraeni - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"Berita\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTA-” Perusahaan asuransi jiwa PT BNI Life Insurance (BNI Life) melihat bahwa saat ini minat generasi sandwich terhadap produk asuransi jiwa sangat besar.Â Plt. Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan mengatakanÂ bahwa memiliki asuransi jiwa dapat meringankan generasi sandwich yang memiliki tanggungan finansial. Oleh karena itu, asuransi jiwa merupakan bentuk perlindungan yang sangat penting.Eben menjelaskan bahwa asuransi jiwa berfungsi sebagai perlindungan keuangan, mengamankan dari risiko ketidakmampuan memenuhi tanggung jawab finansial dalam situasi dan kondisi kesehatan, cacat tetap total, cacat tetap sebagian, atau bahkan meninggal dunia.â€œDalam menghadapi tantangan keuangan yang kompleks, asuransi jiwa memberikan jaminan bahwa keluarga generasi sandwich akan tetap terlindungi dan stabil meskipun mengalami kejadian tak terduga,â€ kata Eben kepada Bisnis, Rabu (4/10/2023).Menurutnya, dengan asuransi jiwa maka generasi sandwich bisa memastikan bahwa mereka dapat melanjutkan peran mereka sebagai penyokong keluarga dengan tenang dan kepercayaan diri.Adapun, Eben menyampaikan bahwa BNI Life menyediakan produk yang sesuai dengan segmen usia muda, termasuk untuk generasi sandwich.Baca Jugaâ€œSaat ini BNI Life menyediakan berbagai macam variasi produk asuransi jiwa yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari generasi sandwich,â€ ungkapnya.Sampai dengan September 2023, BNI Life mencatat pendapatan premi dari polis individu kanal Inbranch dengan usia masuk pemegang polis sampai dengan 39 tahun memberikan kontribusi pendapatan premi lebih dari 17 persen.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"06 Oktober 2023 05:15 WIB\",\n        \"Headline\": \"Bos BNI Life Ungkap Ada Minat Besar Generasi Sandwich Miliki Asuransi Jiwa\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/10/06/1701099/bio-bni-life-5.jpg\",\n        \"Indeks\": 41,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20231006/215/1701099/bos-bni-life-ungkap-ada-minat-besar-generasi-sandwich-miliki-asuransi-jiwa\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Prih Prawesti Febrian - detikHot\",\n        \"Category\": \"Asuransi\",\n        \"Content\": \"Wanda Hamidah memberikan penyesalannya karena sudah memakai salah satu produk asuransi kesehatan. Hal tersebut disampaikan Wanda Hamidah dalam Instagram miliknya.Dalam keterangan yang ditulis, Wanda Hamidah menuliskan soal anaknya harus menjalani operasi karena cedera. Sebagai atlet, hal tersebut tentunya sangat menyakitkan.Biaya yang harus dikeluarkan Wanda Hamidah juga terbilang besar. Nyaris Rp 60 juta yang biaya harus dikeluarkan Wanda Hamidah. Wanda Hamidah sangat yakin jika klaim kesehatan untuk putranya itu dicover seluruhnya oleh asuransi.\\r\\n\\r\\n\\r\\nSCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\nTapi ternyata, asuransi tersebut hanya memberikan uang penggantian Rp 10 juta.\\\"Saya dan 3 anak.. 500rb/bulan. Setelah Malakai lahir tambah lagi 1 anak saya asuransi kan (kesehatan). Total 5 anggota keluarga. Tahun lalu/ 2020 semua saya upgrade ke kartu hitam, naik iuranmya ke 750rb dan 1jt sekian,\\\" buka Wandah Hamidah dalam Instagram miliknya.Wanda mengaku sudah berlangganan asuransi tersebut selama 12 tahun. Selama itu juga ia tak pernah memakainya.\\\"Sampai Minggu lalu anak saya yang atlet basket harus operasi lutut karena 2 tahun ini cedera dan tidak boleh berolahraga (untuk seorang atlet, ini adalah pukulan yang berat),\\\" ungkapnya lagi.Bahkan dalam keterangan yang sudah ditulis Wanda Hamidah dalam Instagram miliknya, dirinya selalu mendahulukan membayar asuransi tersebut ketimbang bayaran sekolah. Tapi saat ini kenyataan yang didapatkannya sungguh menyakitkan.\\\"Sampai dokter menyatakan untuk segera pulih harus dioperasi. Saya dengan percaya diri merasa aman dong! Yang dari tahun 2009 dng susah payah saya sisihkan demi kesehatan anak-anak.. bahkan kadang telat bayar sekolah krn mendahulukan kesehatan anak-anak, sebagai orang tua tunggal saya khawatir terus terang kalau anak-anak kenapa kenapa yg berhubungan dng nyawa/ kesehatan mereka. Anyway operasi anak saya diperkirakan memakan biaya kurang lebih 50- 60 jt.. anda tau berapa yg mau dicover? 10 juta saja saudara-saudara.. kalau 10 aja yg dicover ga perlu asuransi deh.. huhuhu.. gw ngerasa di scam! Ditipu abis-abisan.. sedih dan sakit hati bercampur menjadi satu sama asuransi... Apa semua asuransi gini ? Manis pas ditawarinnya aja ya.. I feel like closing down all my insurance,\\\" jelasnya lagi.Wanda Hamidah mengatakan hal ini sangat membuatnya stres. Ia pun merasa sia-sia atas uang yang selama ini sudah disetorkan kepada asuransi tersebut.\\\"Kehilangan uang yang ditabung bertahun-tahun setiap bulan dengan susah paya sedih, tapi jauh lebih sedih liat anak sakit nggak bisa dioperasi,\\\" ungkapnya lagi.\\\"Spesifik yang saya minta asuransi kesehatan. Bukan asuransi jiwa atau pendidikan. Supaya kalau saya sakit atau anak-anak sakit, saya tenang... Ternyata malah sebaliknya, saya kok malah bikin stres ya,\\\" tuturnya lagi.Manajemen PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyebutkan telah menangani langsung terkait dengan keluhan yang disampaikan oleh salah satu nasabahnya melalui media sosial (medsos) pada Minggu (10/9/2021).\\\"Dapat kami pastikan, besaran biaya yang di-cover dari manfaat klaim rawat inap dan manfaat pembedahan diberikan sesuai dengan plan yang dimiliki nasabah dan ketentuan polis,\\\" kata Luskito Hambali, Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia kepada CNBC Indonesia, Senin (11/10/2021).Menurut Luskito, sebagai perusahaan asuransi jiwa terkemuka yang telah hadir selama lebih dari 25 tahun di Indonesia, Prudential Indonesia selalu menjalankan bisnis dengan penuh integritas, sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik, dan mematuhi serta melaksanakan apa yang menjadi hak-hak dari nasabah sesuai polis asuransi yang telah mereka beli.\\\"Semua hal itu dilakukan oleh Prudential Indonesia sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),\\\" jelasnya.\",\n        \"Date\": \" 11 Okt 2021 10:00 \",\n        \"Headline\": \"Heboh Pengakuan Wanda Hamidah Merasa Ditipu Asuransi Kesehatan\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2020/11/13/wanda-hamidah-4_43.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1138,\n        \"Link\": \"https://hot.detik.com/celeb/d-5761466/heboh-pengakuan-wanda-hamidah-merasa-ditipu-asuransi-kesehatan\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Erika Dyah - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Ekonomi\",\n        \"Content\": \"Perusahaan asuransi baru di Tanah Air, PT Asuransi Jiwa IFG atau IFG Life, akan menggebrak pasar asuransi nasional. Diketahui, IFG Life merupakan bagian dari Indonesia Financial Group (IFG) atau holding BUMN Asuransi dan Penjaminan.Direktur Utama IFG Life, Andy Samuel mengatakan IFG Life akan bersaing menghadirkan model bisnis asuransi dengan produk yang berorientasi pada proteksi dan produk investasi berisiko rendah. Selain itu, fokus bisnis IFG Life akan menyasar pada produk-produk asuransi yang mampu menjawab kebutuhan pasar.Maka dari itu, lanjut Andy, IFG Life menghadirkan produk asuransi yang berorientasi pada proteksi sebagai marwah dari industri asuransi jiwa. Andy menilai, produk asuransi sudah semestinya menciptakan perlindungan kepada masyarakat dalam hal ini pemegang polis.\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  \\\"Bagi bisnis IFG Life, produk asuransi proteksi dan produk investasi berisiko rendah masih sangat relevan dengan kebutuhan pasar karena mampu memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko yang dipertanggungkan,\\\" terang Andy dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).Ia pun mengungkap IFG Life akan mengembangkan produk dan layanan asuransi proteksi yang maksimal, sehat, dan komprehensif. Menurut Andy, layanan IFG Life dilandasi oleh tata kelola yang baik, manajemen risiko yang kuat, serta penuh kehati-hatian.Tak hanya itu, IFG Life juga akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi termutakhir untuk memperluas akses layanan. Sehingga, Andy berharap pihaknya bisa memberikan layanan proteksi secara maksimal kepada Pemegang Polis.Selain itu, Andy mengungkap terdapat tiga pilar bisnis yang disiapkan oleh IFG Life untuk bersaing dengan industri asuransi jiwa nasional. Pertama, pengelolaan portofolio pengalihan polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang telah direstrukturisasi.Kedua, pengembangan bisnis baru yang berbasis jiwa dan kesehatan dengan optimalisasi captive market, saluran distribusi penjualan dan memanfaatkan ekosistem Holding dan BUMN serta pengembangan anorganik asuransi kesehatan. Serta ketiga, pengembangan pengelolaan dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).Sementara untuk market utama, Andy mengungkap pihaknya akan menggarap ekosistem BUMN mulai dari korporasi, pegawai, serta pelanggan BUMN.\\\"Kami yakin bahwa IFG Life mempunyai model bisnis yang cukup kuat karena mempunyai target pasar di BUMN yang besar, dan dengan tata kelola dan risk management yang kuat akan membantu memastikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik, dan nantinya akan memberikan perlindungan kepada pemegang polis,\\\" jelas Andy.Guna mendukung terciptanya target pasar tersebut, penjualan dan pemasaran produk secara direct marketing melalui saluran distribusi Agency Channel dan Corporate Business Relationship (CBR) akan menjadi andalan IFG Life. Andy menyebutkan kedua saluran distribusi tersebut akan dijalankan oleh tim profesional yang terampil, dan terlatih serta tersertifikasi. Tim profesional tersebut pun disebut akan mengoptimalkan perannya sebagai financial advisor dan menjadi point of contact dengan calon Pemegang Polis.Andy menambahkan, dalam upaya mewujudkan perusahaan asuransi yang kuat, profitable, dan berkelanjutan, IFG Life juga akan menerapkan sejumlah standarisasi untuk menjalankan bisnisnya.Menurutnya, pengelolaan bisnis IFG Life juga akan berorientasi pada pengembangan produk-produk dengan fitur manfaat yang realistis. Produk juga akan disesuaikan dengan kebutuhan juga berkelanjutan dengan memberikan proteksi di setiap tahap-tahap kehidupan calon Pemegang Polis.\\\"Secara paralel, IFG Life juga akan menerapkan standarisasi yang aman pada sistem pengelolaan investasi perusahaan. Dengan begitu kami optimis IFG Life akan menjadi pemain asuransi baru dengan potensi bisnis yang besar dan sustainable, yang mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat,\\\" pungkasnya.\",\n        \"Date\": \" 22 Jul 2021 10:44 \",\n        \"Headline\": \"Siap Jadi Pemain Baru di RI, Ini Strategi Bisnis Asuransi IFG Life\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2021/03/26/ilustrasi-asuransi.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1480,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-5652276/siap-jadi-pemain-baru-di-ri-ini-strategi-bisnis-asuransi-ifg-life\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Shafira Cendra Arini - detikFinance\",\n        \"Category\": \"PersonalFinance\",\n        \"Content\": \"Baru-baru ini, kabar terkait tindak pemutusan tenaga kerja (PHK) oleh BUMN asuransi, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), menyebar di tengah-tengah masyarakat. Sebanyak 189 karyawan disebut-sebut akan terkena dampaknya.Dikhawatirkan, kondisi ini akan 'menular' pada perusahaan-perusahaan asuransi lainnya di Indonesia. Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, untuk mengantisipasi aksi tindak PHK ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan.\\\"Yang pertama yaitu meningkatkan permodalan. Kemudian memperbaiki pricing dalam penutupan risiko agar lebih sesuai dgn tingkat risiko,\\\" kata Irvan kepada detikcom, Rabu (30/11/2022).\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Tidak hanya itu, menurut Irvan, penting juga upaya untuk meningkatkan literasi dan edukasi kepada para nasabah, serta membangun statistik data perusahaan yang lebih akurat dalam menilai tingkat risiko. Dan yang terakhir ialah perlunya meningkatkan digitalisasi dan teknologi.\\\"Merosotnya kepercayaan masyarakat kepada asuransi menjadi kata kunci yang harus segera dipulihkan,\\\" lanjutnya.Beberapa sentimen positif di tahun depan pun menurutnya bisa menjadi game changer untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.\\\"Seperti POJK Perlindungan Konsumen, SE OJK tentang PAYDI yang menuntut transparansi PA, Lembaga Penjamin Polis meskipun masih memerlukan masa transisi. Aksi korporasi berupa merger dan akuisisi, peningkatan literasi dan edukasi, persiapanIFRS172025,\\\" katanya.Kendati demikian, Irvan mengatakan PHK merupakan sebuah keniscayaan karena digitalisasi. Sehingga, diperlukan keahlian-keahlian baru untuk mengelola resiko sesuai dengan dinamika bisnis.Sementara itu, menurut Pengamat Asuransi Azuarini Diah, untuk menghindari PHK massal perusahaan perlu mulai membenahi manajemen dan keuangan perusahaan.\\\"Kurangi beban dan utamakan bisnis yang sehat dengan produk yang tepat, investasi yang tepat juga. Margin kecil nggak apa-apa, tapi sehat dan sustained,\\\" kata Rini.Di sisi lain, Rini optimis, kondisi industri asuransi di Indonesia akan baik-baik saja, selama seluruh perusahaan asuransi beserta para pemangku kepentingan dapat bekerja sama meningkatkan kualitas manajemen risiko, tata kelola, dan sumber daya manusia.\\\"Sehingga, dapat secara konsisten memberikan kontribusi yang masif dalam perekonomian di Indonesia, serta menjaga kestabilan ekonomi dan pembangunannasional,\\\" pungkasnya.\",\n        \"Date\": \" 30 Nov 2022 20:15 \",\n        \"Headline\": \"Ada Ancaman PHK, Ini yang Bisa Dilakukan Perusahaan Asuransi\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2022/09/22/syarat-dapat-blt-subsidi-gaji-buat-pekerja-kena-phk-1_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 801,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-6435752/ada-ancaman-phk-ini-yang-bisa-dilakukan-perusahaan-asuransi\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Danica Adhitiawarman - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Asuransi\",\n        \"Content\": \"Bank Mandiri mencatatkan hasil kinerja keuangan impresif di kuartal III 2023, selaras dengan kondisi perekonomian Indonesia yang masih solid serta diikuti dengan transformasi bisnis yang menyeluruh. Bank ini menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan total aset konsolidasi mencapai Rp 2.007 triliun per September 2023 atau tumbuh 9,11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (YoY).Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan kenaikan total aset tersebut ikut didorong oleh laju pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh positif. Tercatat, Bank Mandiri menyalurkan kredit secara konsolidasi sebesar Rp 1.315,92 triliun pada September 2023 dari posisi setahun sebelumnya sebesar Rp 1.167,51 triliun atau tumbuh 12,71% YoY.\\\"Dalam mendorong pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah. Terutama dengan mendorong sektor yang prospektif di setiap wilayah,\\\" ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Senin (30/10).\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Selain itu, kredit Bank Mandiri menorehkan pertumbuhan positif di seluruh segmen, terutama dari penyaluran kredit di segmen komersial yang naik signifikan sebesar 18,55% secara YoY menjadi Rp 222,3 triliun di akhir kuartal III 2023. Sedangkan kredit segmen SME (Small Medium Enterprise) mencapai Rp 74,16 triliun atau naik 11,73% dari tahun periode yang sama tahun lalu.Kemudian, kredit Bank Mandiri di segmen mikro mencatatkan realisasi positif dengan pertumbuhan mencapai 10,09% YoY dari Rp 146,6 triliun di September 2022 menjadi Rp 161,4 triliun pada akhir September 2023. Di samping itu, daya beli masyarakat yang masih solid turut mendukung pertumbuhan dari sisi kredit konsumer Bank Mandiri yang mencapai 12,04% YoY menjadi Rp 109,3 triliun di kuartal III 2023.Sementara itu, kredit korporasi Bank Mandiri tetap menjadi penyumbang portofolio kredit terbesar perseroan dengan realisasi mencapai Rp 449 triliun dan tumbuh 9,55% secara YoY. Pertumbuhan kredit ini beriringan dengan kinerja keuangan perseroan yang semakin solid yang tercermin dari laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi melesat 27,4% YoY menjadi Rp 39,1 triliun hingga September 2023.Darmawan menyampaikan pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi Bank Mandiri yang berfokus pada ekosistem baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan.\\\"Ke depan, tentunya Bank Mandiri akan terus berinovasi dan bertransformasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik. Lewat pemetaan bisnis yang tepat, kami yakin Bank Mandiri akan terus tumbuh dan berkembang menjadi bank yang unggul dan berdaya saing di tingkat regional maupun global,\\\" ucapnya.Konsisten Transformasi DigitalDarmawan menyatakan upaya transformasi digital Bank Mandiri sudah membuahkan hasil yang positif dengan meluncurkan tiga layanan digital teranyar perseroan. Layanan itu antara lain kehadiran aplikasi wirausaha yang memudahkan nasabah pebisnis, yaitu Livin' Merchant. Tampilan baru yang lebih menarik dari Livin' Sukha dan fitur terbaru Kopra by Mandiri bertajuk Kopra Beyond Borders ditujukan untuk memudahkan nasabah wholesale dalam bertransaksi di luar negeri.\\\"Momentum HUT ke-25 Bank Mandiri semakin memantapkan nilai perusahaan hari ini dan sepuluh tahun ke depan. Langkah transformasi bisnis ini kami lakukan agar Bank Mandiri dapat terus memberikan nilai lebih bagi nasabah di seluruh segmen dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat,\\\" imbuhnya.Klik halaman selanjutnya >>>\",\n        \"Date\": \" 30 Okt 2023 18:49 \",\n        \"Headline\": \"Cetak Rekor Baru, Total Aset Bank Mandiri di Q3 2023 Tembus Rp 2.007 T\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2023/10/30/pimpinan-bank-mandiri.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1015,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-7010435/cetak-rekor-baru-total-aset-bank-mandiri-di-q3-2023-tembus-rp-2-007-t\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Pernita Hestin Untari - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"Ekonomi\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTAâ€” PT Asuransi Ramayana mencatatkanÂ aset yang dimiliki Asuransi Ramayana yakni Rp1,7 triliun per Maret 2023. Terdiri dari aset Invetasi mencapai Rp636 miliar, sementara bukan Investasi yakni Rp1,1 triliun.Â Jumlah ini naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dimanaÂ aset yang dimiliki baru Rp1,58 triliun. Perinciannya yakni Rp570 miliar investasi dan Rp1 triliun bukan invetasi.Saat asey mendaki, Asuransi Ramayanai mencatatkanÂ pendapatan underwriting sebanyak Rp519 miliar pada kuartal I/2023. Angka tersebut turun 14 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.Â Pada 31 Maret 2022, perusahaan mencatatkan pendapatan underwriting Rp604 miliar. Adapun beban underwriting yang ditanggung yakni Rp415 miliar per Maret 2023 berbanding Rp511 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.Â Jumlah laba komprehensif yang dimiliki perusahaan mencapai Rp32 miliar pada Kuarta I/2023. Angka tersebut meningkat 68 persen dibanding periode 2022 sebesar Rp19 miliar.Â Sementara itu, jumlah liabilitas yang ditanggung mencapai Rp1,1 triliun pada Kuartal I/2023. Dengan ekuitas yang dimiliki Rp646 miliar.Tingkat kesehatan finansial perusahaan diukur dari Risk Based Capital (RBC) mencapai 191 persen. Angka tersebut berada di atas ambang batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 120 persen.Â Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"17 Mei 2023 19:54 WIB\",\n        \"Headline\": \"Asuransi Ramayana (ASRM) Raih Pendapatan Underwriting Rp519 Miliar\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/05/17/1656801/jat-aaui-4.jpg\",\n        \"Indeks\": 152,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20230517/215/1656801/asuransi-ramayana-asrm-raih-pendapatan-underwriting-rp519-miliar\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Soraya Novika - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Berita\",\n        \"Content\": \"Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengguyur stimulus lanjutan bagi sektor industri keuangan non bank dengan memberikan penyesuaian pelaksanaan teknis pemasaran Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) unit link dan kebijakan restrukturisasi pinjaman/pembiayaan debitur Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang terkena dampak penyebaran COVID-19.\\\"Kedua kebijakan itu dikeluarkan sebagai upaya OJK menjaga kinerja dan stabilitas industri asuransi dan industri LKM tetap terjaga di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi COVID-19,\\\" ujar Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank (IKNB) OJK Riswinandi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (29/5/2020).Riswinandi menambahkan bahwa kebijakan ini ditetapkan dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan konsumen dan menjaga kualitas pinjaman kepada nasabah usaha mikro dan masyarakat berpendapatan rendah serta pelaksanaannya tetap mengedepankan tatakelola yang baik dan menghindari moral hazard.\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Pemasaran Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) Atau Unit LinkSebagaimana Surat Edaran yang disampaikan kepada pengurus asosiasi dan pemimpin perusahaan asuransi jiwa telah menetapkan bahwa OJK memberikan penyesuaian teknis pelaksanaan pemasaran PAYDI bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Asuransi Syariah termasuk unit usaha syariah.Penyesuaian dimaksud yaitu:1. Dalam pemasaran PAYDI dengan menggunakan media komunikasi jarak jauh, tindak lanjut pertemuan langsung secara tatap muka dapat dilakukan melalui sarana digital atau media elektronik seperti video conference, video call atau kombinasi dari media dimaksud.2. Tanda tangan basah atas surat pernyataan bahwa calon pemegang polis, tertanggung, atau peserta telah memperoleh penjelasan dan memahami manfaat, biaya, dan risiko Produk Asuransi yang ditawarkan, dapat digantikan dengan tanda tangan elektronik sebagaimana diatur dalam ketentuan perundangan mengenai informasi dan transaksi elektronik (ITE).Dalam penerapan penyesuaian dimaksud, OJK memberikan persyaratan yang harus dipenuhi yaitu:1. Memiliki sistem informasi dan infrastruktur yang memadai dengan memenuhi prinsip kerahasiaan, integritas, ketersediaan, keaslian, tidak dapat diingkari, data yang disajikan dapat diandalkan, keamanan, pemeliharaan jejak audit, konsistensi dan akurasi2. Memiliki surat pernyataan dari Vendor Teknologi Informasi yang digunakan Perusahaan dan Direktur yang membawahi fungsi manajemen risiko yang menyatakan bahwa sistem informasi dan infrastruktur yang digunakan telah memadai3. Memiliki standar operasi dan prosedur (SOP) yang mendukung pelaksanaan pemasaran secara digital/elektronik4. Memiliki pernyataan persetujuan dari calon pemegang polis5. Melakukan dokumentasi dalam bentuk rekaman video dan audio6. Memiliki infrastruktur yang mendukung proses otentikasi tanda tangan elektronik7. Ikhtisar polis tetap disampaikan dalam bentuk hardcopy sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 23/POJK.05/2015 tentang Produk Asuransi Dan Pemasaran Produk Asuransi\",\n        \"Date\": \" 29 Mei 2020 16:50 \",\n        \"Headline\": \"OJK Guyur Stimulus Lagi buat Lembaga Keuangan Non-Bank\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2016/12/30/72e85562-1b76-44ff-bc33-d613fc2023cf_169.jpg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1345,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-5033601/ojk-guyur-stimulus-lagi-buat-lembaga-keuangan-non-bank\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Aulia Damayanti - detikFinance\",\n        \"Category\": \"PersonalFinance\",\n        \"Content\": \"Kinerja keuangan Bank Himbara tahun ini tumbuh cukup signifikan. Bank Himbara sendiri terdiri dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).Sebelum berbicara bagaimana hasil di awal tahun ini, masing-masing bank BUMN itu telah mencetak rekor selama 2022 dengan catatan laba tertinggi sepanjang sejarah.Misalnya saja BNI yang mencatat rekor pertumbuhan laba bersih di tahun 2022 yang naik 68% mencapai Rp 18,31 triliun. Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BNI beroperasi dan didukung oleh peningkatan kredit transformasi dan inovasi.\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada sepanjang 2022 mencatatkan laba bersih Rp 41,2 triliun secara konsolidasian. Angka ini tumbuh 46,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat laba bersih Rp 3,04 triliun pada 2022. Nilai ini tumbuh 28,15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,37 triliun.Tak kalah tinggi, BRI juga tercatat mencetak laba bersih jumbo selama 2022 lalu. Bank pelat merah itu melaporkan kenaikan laba 2022 hingga 67,15% dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 51,4 triliun. Jika dibandingkan dari Bank BUMN lainnya, catatan laba BRI tahun 2022 menjadi yang tertinggi.Bagaimana kinerja awal 2023?Keempat bank negara itu menunjukan kinerja yang positif selama tiga bulan awal 2023. Pertama kinerja Bank Mandiri yang mencetak laba bersih Rp 25,2 triliun atau tumbuh 24,9% secara tahun ke tahun (year on year).Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil menyalurkan kredit secara konsolidasi tumbuh 11,8% year on year (yoy) mencapai Rp 1.272,07 triliun. Pertumbuhan kredit ini jauh di atas pertumbuhan industri perbankan pada Juni 2023 sebesar 7,8% yoy.Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi baru Bank Mandiri yang berfokus pada ekosistem baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan. Selain itu pertumbuhan kredit juga menjadi penyumbang kinerja baik pada perusahaan.\\\"Dalam mendorong penyaluran kredit, kami tetap fokus pada sektor yang prospektif dan merupakan bisnis turunan dari ekosistem segmen wholesale di setiap wilayah. Pencapaian kinerja Bank Mandiri yang solid juga selaras dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih bertumbuh di tengah ketidakpastian global,\\\" kata dia dalam konferensi pers, Senin (31/7/2023) yang lalu.Kinerja Bank Mandiri juga terlihat dari sisi profitabilitas yang terus meningkat. Return on Equity (ROE) Tier-1 bank only telah menyentuh 25,8% atau naik 275 basis poin (bps) secara yoy. Sementara posisi net interest margin (NIM) bank only terjaga solid di level 5,30%.Berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan laba bersih secara konsolidasi Rp15,56 triliun atau naik 27,4% year on year (yoy) pada periode 3 bulan atau kuartal I 2023.Petumbuhan ini merupakan hasil kinerja perusahaan yang fokus pada segmen mikro yakni pada penyaluran kredit dan efisiensi yang dilakukan pada tiga bulan awal 2023 ini. Head of Equity Berdikari Manajemen Investasi Agung Ramadoni mengatakan kedua hal itu mendorong margin keuntungan yang semakin besar BRI.\\\"Melihat dari pencapaian kinerja BRI pada kuartal pertama tahun ini, tidak hanya dari pertumbuhan kredit tapi juga datang dari adanya efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan,\\\" kata Agung dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (9/5/2023) lalu.Kemudian kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Bank Himbara itu membukukan laba bersih kuartal I-2023 sebesar Rp 5,2 triliun atau tumbuh 31,8% year on year (YoY).Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati mengatakan dalam Public Expose Kuartal I 2023 BNI pada April lalu, catatan laba ini berdampak positif pada rasio profitabilitas yang tercermin dari rasio Return on Average Equity (ROAE) yang meningkat dari 14,3% di kuartal I 2022 menjadi 15,5% di kuartal I 2023, sekaligus pre-tax Return on Asset (ROA) yang juga meningkat dari 2,3% menjadi 2,7%.Capaian positif itu dihasilkan dari tujuh kebijakan strategis. Pertama, BNI mengembangkan solusi transaksi & ekosistem dalam memenuhi kebutuhan nasabah.\\\"Kedua, mengembangkan infrastruktur teknologi serta inovasi digital melalui data driven berbasis analytics, customer experience, dan perluasan partnership,\\\" lanjutnya.Ketiga, BNI fokus pada peningkatan CASA dan Fee Based Income (FBI) yang sustain. Keempat, BNI meningkatkan ekspansi bisnis pada corporate top tier serta sektor prioritas, value chain, dan cross selling dengan mengutamakan budaya risiko.Kelima, Perseroan melanjutkan Transformasi Human Capital, Culture, dan Operasional sehingga lebih agile dan lean dalam mendukung bisnis. Keenam, perseroan memperkuat jaringan bisnis Internasional dalam mendukung penetrasi pasar global. Ketujuh, BNI juga mengoptimalisasi sinergi BNI Grup dalam memperkuat posisi Perusahaan Anak.Terakhir, BTN pada kuartal I 2023, mencetak laba sebesar Rp 801 miliar. Total aset Bank BTN hingga akhir Maret 2023 mengalami kenaikan 9,25% menjadi Rp 401,50 triliun dibandingkan akhir Maret 2022 yang sebesar Rp 367,51 triliun.Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, kinerja positif yang diraih Bank BTN menandakan keberhasilan transformasi yang dilakukan manajemen seperti sentralisasi proses kredit dan digitalisasi yang memberikan dampak positif dalam bentuk akuisisi nasabah baru, perluasan akses pasar dan produktivitas karyawan.\",\n        \"Date\": \" 15 Agu 2023 14:25 \",\n        \"Headline\": \"Laba Bank Himbara yang Tembus Rekor Jadi Kado HUT ke-78 RI\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2021/05/21/pengumuman-transaksi-di-atm-link-tak-gratis-lagi-mulai-bulan-juni-1_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1254,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/moneter/d-6877572/laba-bank-himbara-yang-tembus-rekor-jadi-kado-hut-ke-78-ri\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"Asuransi\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTA - Pembaca Kanal Finansial Bisnis.com banyak tertarik pada berita mengenai dividen dari bank-bank BUMN sepanjang hari kemarin.Ada juga berita mengenai berkas yang perlu disiapkan untuk mendapatkan pembayaran klaim AJB Bumiputera 1912.Berikut selengkapnya top 5 news Kanal Finansial Bisnis.com:1. BBRI hingga BMRI Panen Laba, Siapa Paling Besar Bagi Dividen?Bank BUMN mencatatkan laba yang besar sepanjang 2022. Raihan keuntungan sepanjang tahun lalu ini membuat tebaran dividen semakin menjanjikan bagi investor.Sepanjang 2021, bank BUMN mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik senilai Rp72,06 triliun. Keuntungan tersebut kemudian dikembalikan kepada investor melalui dividen dengan nilai total Rp703,13 per saham.Baca JugaPT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) tercatat sebagai penebar dividen per saham terbesar atau Rp360,5 per saham. Kemudian diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp174,23 per saham. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) membagikan Rp146 per saham dan Rp22,438 per saham.2. Siapkan Berkas Ini untuk Dapat Pembayaran Klaim AJB Bumiputera 1912Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 akan melakukan pembayaran klaim tertunda kepada pemegang polis dengan kebijakan penurunan nilai manfaat.Mekanismenya, pemegang polis harus mengisi surat pernyataan persetujuan pembayaran klaim.Direktur Utama AJB Bumiputera 1912 Irvandi Gustari menjelaskan bahwa penurunan nilai manfaat adalah pembebanan kerugian perusahaan kepada pemegang polis/ahli waris melalui pemotongan nilai klaim untuk polis-polis outstanding klaim dan/atau pemotongan nilai manfaat polis untuk polis-polis aktif.3. Pentingnya Regulasi Ketat di Industri Perbankan IndonesiaIndustri perbankan merupakan industri yang diatur dengan ketat oleh pemerintah di hampir semua negara, termasuk Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan melindungi kepentingan nasabah.Terlebih lagi, aset perbankan nasional tercatat mencapai Rp11.113 triliun atau rasionya terhadap aset sektor keuangan sekitar 77-78%.Hal itu mengindikasikan bahwa industri perbankan mendominasi sektor keuangan, sehingga perlu diatur secara ketat.4. Kinerja Asuransi Syariah Positif di 2022, Bagaimana Potensinya Tahun Ini?Industri asuransi syariah memiliki potensi besar untuk tumbuh seiring dengan kinerja asuransi syariah yang terus bergerak positif sepanjang 2022.Merujuk data Statistik Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Syariah yang diterbitkan OJK pada Senin (30/1/2023), kinerja asuransi syariah tercatat mengalami pertumbuhan yang terlihat dari total aset yang mencapai Rp45,02 triliun pada Desember 2022.Aset tersebut tumbuh 3,53 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp43,49 triliun pada Desember 2021.5. BI: Transaksi QRIS di Thailand Sudah Rp8,54 MiliarBank Indonesia (BI) mencatat penggunaan Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) di Thailand telah membukukan transaksi senilai Rp8,54 miliar sejak diluncurkan pada Agustus 2022.â€œTransaksi outbond, orang Indonesia yang keluar, tercatat hampir 14.555 transaksi atau sekitar Rp8,54 miliar,â€ kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P. Joewono, beberapa hari lalu.Doni mengatakan, jumlah transaksi QRIS di Thailand jauh lebih besar dibandingkan dengan transaksi QR Thailand di Indonesia.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"20 Februari 2023 11:45 WIB\",\n        \"Headline\": \"Top 5 News Finansial: Tebaran Dividen Bank BUMN dan Berkas untuk Dapat Klaim Bumiputera\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/02/20/1629752/4448290_2326641.jpg\",\n        \"Indeks\": 258,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20230220/90/1629752/top-5-news-finansial-tebaran-dividen-bank-bumn-dan-berkas-untuk-dapat-klaim-bumiputera\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com\",\n        \"Category\": \"Asuransi\",\n        \"Content\": \"Bisnis.com, JAKARTA - Artikel mengenai uang beredar dalam arti luas (M2) yang mengalami perlambatan sepanjang kuartal I/2023 menjadi berita paling banyak dibaca di Kanal Finansial Bisnis.com.Selain itu, laba PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sepanjang kuartal I/2023 juga banyak dibaca. Bank swasta terbesar di Indonesia itu membukukan laba bersih senilai Rp11,5 triliun.Berikut daftar selengkapnya 5 berita terpopuler di Kanal Finansial Bisnis.com:1. Kabar Laju Lambat Uang M2 dari Bank Indonesia, Alarm Ekonomi Menyala?Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mengalami perlambatan pertumbuhan sepanjang kuartal I/2023.Â Berdasarkan Laporan Analisis Uang Beredar Bank Indonesia (BI), pertumbuhan uang beredar melambat dalam 3 bulan beruntun sejak Januari 2023.Â Baca JugaPada Januari 2023, uang beredar di masyarakat tumbuh melambat menjadi 8,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari bulan sebelumnya yang tumbuh 8,4 persen yoy.2. Tumbuh 43 Persen, Laba BCA (BBCA) Capai Rp11,5 Triliun Pada Kuartal I/2023PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan laba bersih Rp11,5 triliun pada kuartal I/2023, naik 43 persen secara tahunan (year on year/yoy).Â Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan peningkatan laba ini didorong oleh ekspansi volume kredit, peningkatan kualitas pinjaman, hingga kenaikan pendapatan berbasis komisi atau fee based income.Â BCA mencatatkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Rp18,53 triliun pada kuartal I/2023, naik 28 persen yoy. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BCA pun naik dari 4,9 persen pada kuartal I/2022 menjadi 5,6 persen per 31 Maret 2023.3. MPM Insurance Catat Kenaikan Ekuitas 10,56 PersenPT Asuransi Mitra Pelindung Mustika atau MPM Insurance mencatat kenaikan ekuitas 10,56 persen sepanjang tahun lalu.Â Tercatat, ekuitas MPM Finance naik menjadi Rp670 miliar berbanding tahun sebelumnya yakni Rp606 miliar. Kenaikan ekuitas ini membuat aset perusahaan menjadi Rp2,022 triliun.Â Â Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan hari ini, Kamis (27/4/2023), perusahaan meraih pendapatan underwriting Rp285 miliar sepanjang 2022.4. Bank Jago (ARTO) Cetak Laba Bersih Rp17,5 Miliar pada Kuartal I/2023PT Bank Jago Tbk. (ARTO) meraup laba bersih sepanjang tiga bulan pertama sebesar Rp17,5 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, angka tersebut turun 8 persen (year-on-year/yoy) dari Rp18,93 miliar.Â Mengacu pada laporan publikasi perseroan, penurunan laba ARTO tersebut seiring dengan meningkatnya angka kerugian nilai aset keuangan atau impairment yang meroket 123 persen menjadi Rp133,48 miliar dari posisi sebelumnya Rp59,87 miliar.Â Di samping itu, hingga Maret 2023 beban operasional ARTO juga tercatat mengalami penebalan mencapai Rp407,77 miliar atau meningkat 39 persen secara tahunan.5. Ada Mantan Bos BPJamsostek hingga Pinjol Dompet Kilat Calon Komisioner OJK BaruPanitia seleksi (Pansel) pemilihan calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2023 - 2028 mengumumkan 45 nama yang berhasil lolos seleksi tahap I atau seleksi administratif.Â Sejumlah nama yang lolos tahap I DK OJK periode 2023 - 2028 ini berasal dari beragam kalangan, mulai dari birokrat, jajaran petahana OJK hingga Bank Indonesia (BI).Â Tak ketinggalan, para pemain bos pinjol atau fintech peer-to-peer (P2P) lending, dompet digital, industri asuransi, bankir, hingga mantan direktur utama BPJS Ketenagakerjaan juga unjuk gigi mengisi jabatan yang tersedia.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google                                News\",\n        \"Date\": \"28 April 2023 13:18 WIB\",\n        \"Headline\": \"Terpopuler Hari Ini: Uang M2 Melambat dan Laba BCA (BBCA) Rp11,5 Triliun\",\n        \"Image\": \"https://images.bisnis.com/posts/2023/04/28/1651088/hil-rupiah-3.jpg\",\n        \"Indeks\": 173,\n        \"Link\": \"https://finansial.bisnis.com/read/20230428/11/1651088/terpopuler-hari-ini-uang-m2-melambat-dan-laba-bca-bbca-rp115-triliun\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Hendra Kusuma - detikFinance\",\n        \"Category\": \"Berita\",\n        \"Content\": \"Hidup memang tak selamanya berjalan mulus, akan ada masanya di mana seseorang berhadapan dengan risiko yang memaksa mengeluarkan dana dalam jumlah besar. Sebagai contoh, pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi saat pandemi COVID-19.Pada awal Januari 2021, Lifepal menggelar program konsultasi keuangan dengan Certified Financial Planner (CFP). Dari 500 orang partisipan, hanya 11,34% yang telah terlindungi asuransi. Asuransi di sini adalah program dari pihak swasta bukan jaminan kesehatan yang berasal dari BPJS Kesehatan.Mengutip laporan Lifepal, terdapat 88,66% masyarakat Indonesia belum memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan yang berasal dari sebuah risiko alias dana manajemen risiko atau dana darurat.\\r\\n    \\r\\n  \\r\\n    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\n  Manajemen risiko merupakan salah satu pokok penting dalam perencanaan keuangan. Uang yang disisihkan untuk manajemen risiko justru harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memusatkan perhatian untuk memenuhi tujuan jangka panjang.Berikut risiko yang perlu diwaspadai oleh masyarakat:1. Risiko SpekulatifRisiko ini memiliki tiga kemungkinan dalam hasilnya, yaitu untung, rugi, atau tidak ada perubahan sama sekali. Hal ini sering ditemui baik dalam dunia kerja, bisnis, maupun investasi.2. Risiko MurniRisiko ini adalah yang apabila terjadi dapat menyebabkan kerugian, dan jika tidak maka Anda akan mengalami apapun. Risiko murni tidak melibatkan kemungkinan keuntungan di dalamnya, risiko inilah yang bisa ditransfer ke perusahaan asuransi.Simak Video: Pentingnya Siapkan Dana Darurat[Gambas:Video 20detik]\",\n        \"Date\": \" 06 Feb 2021 18:00 \",\n        \"Headline\": \"Ngeri! 88% Orang RI Belum Punya Dana Darurat\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2018/11/05/dbf58b46-a285-474e-a57e-a7ee7b466140_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1338,\n        \"Link\": \"https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-5364153/ngeri-88-orang-ri-belum-punya-dana-darurat\"\n    },\n    {\n        \"Author\": \"Atta Kharisma - detikHealth\",\n        \"Category\": \"Asuransi\",\n        \"Content\": \"Kanker merupakan salah satu penyakit kritis dengan tingkat kematian tertinggi tidak hanya di dunia, tapi juga di Indonesia. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI) Dr. dr. Soeharti Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad menyebutkan kanker tertinggi di dunia adalah kanker payudara dan paru-paru.Di Indonesia sendiri, kanker payudara juga menjadi yang tertinggi, disusul kanker mulut rahim atau serviks yang kerap diderita oleh kaum wanita.Ia menjelaskan wanita memiliki risiko kanker pada wanita 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan pria lantaran sejumlah faktor risiko yang tidak bisa dicegah, seperti haid usia dini, riwayat di keluarga, menopause di usia lanjut hingga penyakit yang memudahkan terjadinya kanker.\\r\\n\\r\\n\\r\\nSCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\\r\\nKanker juga menjadi salah satu penyakit dengan biaya pengobatan yang cukup mahal. Karenanya, ia menegaskan pentingnya melakukan deteksi dini bagi wanita dengan risiko kanker. Selain untuk mengetahui risiko kanker, deteksi dini juga mampu menekan biaya pengobatan yang diperlukan.Senada dengan dr. Tati, Direktur AXA Mandiri Rudi Nugraha menerangkan biaya perawatan medis penyakit kritis di Indonesia sangat mahal hingga mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan untuk kanker payudara, biaya pengobatan untuk stadium awal saja mampu menyentuh angka 1 miliar. Belum lagi untuk stadium akhir yang biayanya hampir mencapai 2 miliar.Joshua, sapaan akrab Rudi, menuturkan perlu adanya upaya sedini mungkin untuk memitigasi biaya pengobatan yang dikeluarkan saat terjadi penyakit kritis. Salah satunya adalah dengan memiliki asuransi kesehatan. Contohnya asuransi kesehatan AXA Mandiri yang menyediakan layanan medical check up, manfaat kondisi kritis stadium awal-akhir, hingga santunan meninggal dunia.Kanker sendiri merupakan salah satu penyakit dengan biaya pengobatan tertinggi yang biayanya dicover oleh asuransi. Sayangnya, menurut data OJK, BPS dan Statistika tahun 2021, masyarakat Indonesia hanya menyisihkan 1,4% pendapatan tahunan untuk kebutuhan asuransi jiwa.Bahkan, menurut survei BPJS Kesehatan tahun 2019 terdapat 61% masyarakat Indonesia masih menggunakan kantong pribadi untuk membiayai pengobatan dan perawatan kesehatan. Joshua menekankan tanpa adanya manajemen risiko yang baik, hal ini dapat berujung pada kebangkrutan, tidak hanya bagi mereka yang memiliki kondisi keuangan yang pas-pasan, tetapi juga yang sudah memiliki kondisi keuangan yang mapan.Karena itu, dengan adanya asuransi jiwa dan asuransi kesehatan orang-orang tidak hanya memiliki manajemen risiko yang tertata, tapi juga rencana jangka panjang yang telah disusun tidak akan terganggu akibat risiko-risiko yang datang dengan tidak terduga.Informasi tersebut disampaikan oleh para narasumber pada webinar bertajuk 'Kartini Tangguh, Peduli Saat Ini, Tenang di Saat Nanti'. Webinar yang diselenggarakan oleh AXA Mandiri dan detikcom ini memberikan informasi penting seputar kesehatan, khususnya mengenai penyakit kritis. Webinar ini juga menghadirkan hadiah total jutaan rupiah, mulai dari penanya terbaik dan audiens yang berhasil menjawab pertanyaan dari host selama acara berlangsung, pemenang untuk busana terbaik, hingga door prize bagi audiens yang beruntung.\",\n        \"Date\": \" 25 Apr 2022 08:25 \",\n        \"Headline\": \"Pentingnya Asuransi Kesehatan dalam Memitigasi Risiko Penyakit Kanker\",\n        \"Image\": \"https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2022/04/22/ilustrasi-kanker-payudara_169.jpeg?w=700&q=90\",\n        \"Indeks\": 1388,\n        \"Link\": \"https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6048936/pentingnya-asuransi-kesehatan-dalam-memitigasi-risiko-penyakit-kanker\"\n    }\n]"}],"_postman_id":"2c90b2c6-b210-4d33-abf7-181fbc34fe69"}]}